SOLUSI SAKIT MAAG

Blog pengalaman sembuh sakit maag kronis | obat alami sakit maag | makanan sakit maag | cara sembuh sakit maag | pantangan sakit maag

http://solusi-sakit-maag.blogspot.com/2014/07/resensi-buku-rahasia-sembuh-sakit-maag.html

Makan Daging Tidak Akan Memberikan Stamina

Pengantar NiniekSS :

Masih banyak orang awam yang menyangka bahwa makan daging baik bagi kesehatan dan untuk membangkitkan energi. Ternyata menurut Dr.Hiromi Sinya pakar usus terkemuka didunia dari Jepang, hal ini tidak benar.

Bahkan menurutnya, makan daging tidak akan memberikan stamina.
Menyantap daging mungkin memang mempercepat pertumbuhan, tetapi juga akan mempercepat proses penuaan, demikian penjelasannya dalam bukunya :"The Miracle Of Enzyme". Silahkan simak sendiri lebih lanjut :

============================================================

Pada 1977, sebuah laporan yang sangat menarik mengenai makanan dan kesehatan dipublikasikan di Amerika—Laporan McGovem.

Laporan ini dipublikasikan karena ada masalah yang timbul di Amerika. Biaya dana kesehatan Amerika memberikan tekanan yang besar terhadap perekonomian. Walaupun ada berbagai kemajuan dalam bidang kedokteran, jumlah orang yang jatuh sakit, terutama yang menderita kanker dan penyakit jantung, terus bertambah setiap tahun. Jelas terlihat, kecuali jika penyebab penyakit para warga Amerika itu dapat ditemukan dan sebuah kebijakan yang mantap disusun untuk menghentikan kecenderungan ini, secara finansial keadaan akan menjadi tak terbendung. Berawal dari perasaan akan datangnya krisis seperti ini, dibentuklah sebuah komite khusus dalam Senat, yang diketuai oleh Senator George S. McGovem.

Bersama para spesialis kedokteran dan nutrisi papan atas saat itu, anggota-anggota komite mengumpulkan data makanan dan kesehatan dari seluruh dunia dan menyelidiki penyebab meningkatnya berbagai penyakit. Hasil dan data yang didapat disusun dalam laporan McGovem setebal 5.000 halaman.

Oleh karena laporan tersebut menyimpulkan bahwa banyak penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan makan yang salah, penerbitan laporan ini memaksa rakyat Amerika mengambil keputusan penting. Tidak ada jalan bagi rakyat Amerika untuk menjadi sehat kecuali jika kebiasaan makan mereka saat itu diubah.

Pada saat itu di Amerika, makanan berprotein tinggi dan berlemak tinggi, misalnya lembaran daging bistik tebal atau daging hamburger berlemak tinggi untuk makan malam, cukup umum. Protein memang berharga karena protein adalah bahan dasar untuk membangun tubuh. Dengan alasan itu, menyantap makanan kaya protein hewani dianggap baik, tidak hanya bagi para atlet dan anak-anak dalam masa pertumbuhan, tetapi juga bagi yang berfisik lemah dan para manula. Bahkan di Jepang, pemahaman yang telah mendarah daging bahwa "daging adalah sumber stamina" dipengaruhi pula oleh kebiasaan makan Amerika.

Laporan McGovem tidak hanya membuktikan bahwa kepercayaan umum itu salah, tetapi juga menggambarkan bahwa asupan makanan ideal tidak lain adalah asupan makanan masyarakat Jepang selama “Periode Genroku" di Jepang ( 1688 - 1703), yang terdiri dari biji-bijian sebagai makanan pokok dengan makanan sampingan seperti sayuran musiman, sayuran yang berasal dari laut, dan sedikit ikan kecil untuk protein. Oleh karena itu, keuntungan kesehatan dari makanan Jepang mulai menarik perhatian seluruh dunia.

Kepercayaan umum yang menyebutkan jika Anda tidak makan daging, maka otot -otot Anda tidak akan berkembang, terbukti tidak benar. Sebagai buktinya dapat dilihat dari alam. Seseorang mungkin menyangka bahwa singa, yang merupakan hewan karnivora, memiliki otot-otot yang luar biasa. Namun, pada kenyataannya, hewan-hewan herbivora, seperti kuda dan rusa, memiliki otot-otot yang jauh lebih berkembang daripada singa. Buktinya, singa dan harimau tidak memiliki stamina untuk mengejar mangsa mereka dalam jangka waktu yang lama. Mereka beraksi secara mendadak dan menggunakan kecepatan mereka untuk menangkap dan membunuh mangsa mereka secepat mungkin. Mereka melakukan hal ini karena mereka sendiri tahu bahwa dalam hal ketahanan stamina, mereka tidak sebanding dengan otot-otot para herbivora yang lebih berkembang.

Juga tidak benar jika kita diberi tahu bahwa kita tidak akan tumbuh tinggi jika tidak makan daging. Gajah dan jerapah beberapa kali lebih tinggi daripada singa dan harimau, tetapi mereka adalah hewan-hewan herbivora.

Makan daging memang mempercepat pertumbuhan, dan cepatnya pertumbuhan dan pendewasaan anak-anak dalam beberapa dekade yang lalu mungkin memang berkat adanya peningkatan dalam asupan protein hewani. Meskipun demikian, juga ada sebuah perangkap berbahaya dalam menyantap daging. Begitu Anda mencapai usia tertentu, pertumbuhan tubuh Anda berubah menjadi sebuah fenomena yang disehut menua. Menyantap daging mungkin memang mempercepat pertumbuhan, tetapi juga akan mempercepat proses penuaan.

Mungkin Anda tidak bersedia mengurangi konsumsi daging, hal itu tidak mengubah kenyataan bahwa daging memiliki efek berbahaya bagi kesehatan Anda dan mempercepat proses penuaan. Sebelum Anda menutup pikiran Anda (dan buku ini), bacalah materi berikut ini.


6 ALASAN ASUPAN TINGGI PROTEIN BERBAHAYA BAGI KESEHATAN

Racun dalam daging tempat berkembang biaknya sel-sel kanker. Setiap sel mengandung DNA (deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukteat), suatu zat kimia yang berisi peta tubuh dan fungsi-fungsinya. Produk sampingan beracun dari pencernaan lemak dan protein hewani yang berlebihan dapat merusak DNA, dan mengubah set-sel menjadi sel kanker. Sel-sel kanker mulai berkembang biak dengan sendirinya. Darah kita mengandung sel-sel darah merah, sel-sel darah putih, dan limfosit. Sel-sel darah putih dan limfosit menyerang musuh-musuh seperti bakteri dan virus, menghancurkan mereka atau menjadikan mereka tidak berbahaya lagi. Jika sel-sel ini rusak, mekanisme pertahanan garis depan tubuh akan berhenti berfungsi, serta dapat berakhir dengan infeksi dan munculnya sel-sel abnomal atau sel-sel kanker.

Protein Menyebabkan Reaksi Alergi.

Protein yang belum diuraikan menjadi nutrisi, memasuki peredaran darah melalui dinding usus sebagai zat tak dikenal. Hal ini sering terjadi pada anak-anak yang masih kecil. Tubuh bereaksi terhadapnya sebagai zat tak dikenal dan menimbulkan reaksi alergi. Alergi protein seperti ini paling sering disebabkan oleh susu dan telur. Mengonsumsi protein hewani secara berlebihan dan reaksi alergi yang dihasilkannya adalah penyebab meningkatnya kasus-kasus dermatitis atopik, kaligata, penyakit kolagen, kolitis ulserativa, dan penyakit Crohn.

Kelebihan Protein Menyebabkan Kerja Hati dan Ginjal Lebih Berat.

Protein berlebih di dalam tubuh harus diuraikan dan disingkirkan melalui urine dan menimbulkan beban yang sangat berat bagi hati dan ginjal.

Konsumsi Protein yang Berlebihan Menyebabkan Defisiensi Kalsium dan Osteoporosis.

Saat asam amino dibentuk dalam jumlah besar, darah menjadi asam dan membutuhkan kalsium untuk menetralisasinya. Dengan demikian, konsumsi protein yang berlebihan menyebabkan berkurangnya kalsium. Terlebih lagi, kadar fosfor dalam daging sangatlah tinggi dan darah harus menjaga rasio kalsium dengan fosfor antara 1:1 dan 1:2. Makanan yang meningkatkan jumlah fosfor akan menyebabkan tubuh mengambil kalsium dari gigi dan tulang untuk menjaga keseimbangan tersebut. Juga, jika seseorang memiliki banyak fostor dan kalsium dalam tubuh, fosfor dan kalsium itu bersenyawa membentuk kalsium fosfat. Tubuh tidak dapat menyerap senyawa ini, maka senyawa ini pun dikeluarkan, menambah semakin berkurangnya kalsium sehingga tubuh rentan terhadap osteoporosis. lnilah sebabnya masyarakat di negara-negara yang memiliki kebiasaan makan kaya protein hewani menderita osteoporosis : tulang-tulang yang keropos akibat penipisan jumlah kalsium.

Kelebihan Protein Dapat Menyebabkan Kekurangan Energi.

Energi dalam jumlah besar diperlukan untuk mencerna makanan. Protein yang berlebih tidak dapat dicerna sepenuhnya dan karena itu tidak diserap sehingga menyebabkan pembusukan di dalam usus dan timbulnya produk-produk sampingan yang beracun. Energi dalam jumlah yang sangat besar dibutuhkan untuk menghilangkan racun dan zat-zat ini. Pada saat energi dalam jumlah besar digunakan, sejumlah besar radikal bebas terbentuk. Radikal bebas bertanggung jawab atas terjadinya proses penuaan, kanker, penyakit jantung, dan aterosklerosis.

Kelebihan Protein Mungkin lkut Menjadi Penyebab ADHD pada Anak-Anak.

Penelitian beberapa tahun belakangan ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah anak-anak yang memiliki rentang perhatian pendek yang cenderung mengalami ledakan-ledakan kemarahan. Makanan dan nutrisi dapat menimbulkan dampak besar pada tingkah laku anak dan kemampuannya untuk beradaptasi secara sosial. Ada kecenderungan yang semakin besar bagi anak-anak di rumah maupun di sekolah untuk mengonsumsi makanan olahan dalam jumlah besar.

Makanan-makanan ini tidak hanya mengandung berbagai zat tambahan, bahkan makanan olahan juga cenderung menyebabkan tubuh bersifat asam. Protein hewani dan gula pun semakin banyak dikonsumsi sementara sayuran sering dihindari. Protein hewani dan gula membutuhkan lebih banyak kalsium dan magnesium sehingga menyebabkan defisiensi kalsium dalam tubuh. Defisiensi kalsium mengganggu sistem saraf dan ikut menjadi penyebab kegelisahan dan iritabilitas (sifat lekas marah).

Disalin Oleh : NiniekSS
Dari buku Dr.Hiromi Sinya :"The Miracle Of Enzyme"
Labels: The Miracle Of Enzyme

Thanks for reading Makan Daging Tidak Akan Memberikan Stamina. Please share...!

0 Komentar untuk "Makan Daging Tidak Akan Memberikan Stamina"

Back To Top