SOLUSI SAKIT MAAG

Blog pengalaman sembuh sakit maag kronis | obat alami sakit maag | makanan sakit maag | cara sembuh sakit maag | pantangan sakit maag

http://solusi-sakit-maag.blogspot.com/2014/07/resensi-buku-rahasia-sembuh-sakit-maag.html

Pelajaran Dari Sakit Maag

Bismillahirrahmanirrahiim...

Sungguh Maha Sempurna Allah dengan segala yang DiciptakanNya.

Jantung. Yang mengatur jalannya darah untuk mengantar nutrisi ke seluruh tubuh manusia agar ia tetap bisa hidup. Yang tak pernah berhenti berdenyut kecuali manusia itu telah mati. Subahanallah.

Paru-paru. Sebagai alat respirasi yang memecah oksigen yang telah dihirup oleh hidung menjadi energi yang dibutuhkan oleh manusia. Jadi fungsi yang utama dari paru-paru adalah memproses oksigen dalam tubuh manusia. Mengendalikan pH darah. Menyaring gumpalan darah. Melapisi jantung dari guncangan. Menyediakan aliran udara sehingga manusia bisa bersuara. Subhanallah.

Ginjal. Yang berfungsi sebagai penyaring darah, mengatur volumenya, mendaur ulang Gizi, air, glukosa dan air dalam tubuh, mengatur keseimbangan kimia dalam darah, menjaga keseimbangan kalium dalam darah juga mengatur tingkat keasaman darah, menghasilkan hormon eritroprotein untuk merangsang pembentukan sel darah merah oleh sumsum tulang belakang. Dan berbagai fungsi yang lain yang sangat penting bagi metabolisme tubuh. Subhanallah.

Hati. Ingin tahu fungsi hati ? Sebagai penawar racun. Pembuangan zat birilubin yang tak tak baik berada dalam tubuh. Keluarnya zat ini cenderung berwarna kuning kehijauan dalam tinja, air pipis, kotoran hidung atau telinga. Hati juga sebagai tempat glikogen adalah glukosa yang telah diubah oleh insulin menjadi gula otot, nah gula otot ini yang belum digunakan, sementara disimpanan dalam hati, jika sisa dalam penggunaan maka akan menjadi lemak.

Hati juga berfungsi sebagai pengubah makanan yang telah diserap oleh usus, menjadi zat yang bisa digunakan sesuai dengan kemampuannya. Kecuali itu fungsi hati adalah sebagai pengontrol sirkulasi tubuh. Terutama yang berkaitan dengan sirkulasi darah dan suhu dalam tubuh.

Fungsi yang lainnya dari hati adalah sebagai pengontrol hormone tubuh, membunuh organisme dan anti gen, mengatur komposisi darah yang masuk kedalam tubuh. Penghasil hermatin, penyempurna eritrosit atau sel darah merah. Sel darah merah ini merupakan cairan yang tak bisa bertahan lama dalam tubuh, untuk itu diperlukan hermatin agar eritrosit bisa bertahan lama dalam tubuh. Juga hati membantu terbentuknya eritrosit dalam janin.

Hati atau lever adalah sebagai penyimpan vitamin yang larut dalam lemak seperti Vit A, E, D dan K sebelum digunakan. Juga sebagai penyimpan mineral seperti zat besi untuk pembentukan haemoglobin atau sel-sel darah merah.

Hati atau lever juga berfungsi bisa mencegah terjadinya penggumpalan darah. Kecuali itu hati berfungsi sebagai filter bagi sampah tubuh, seperti kolesterol LDL yang tak digunakan oleh tubuh. Sebagai pengontrol asam amino maupun gula darah. Jika tubuh kekurangan glukusa, maka hati siap mengubah kembali glukosa yang telah diubah menjadi glikogen menjadi glukosa kembali.

Hati ternyata memproduksi sistem imunitas tubuh. Hati berfungsi melawan serta membunuh bakteri yang masuk kedalam tubuh.

Fungsi yang terakhir adalah menghancurkan eritrosit. Eritrosit yang sudah berusia tua maka akan didaur ulang menjadi eritrosit-eritrosit yang baru. Subhanallah...

Empedu. Empedu adalah cairan yang dihasilkan oleh hati untuk mencerna lemak didalam usus. Karena nutrisi yang berupa lemak didalam usus tak bisa larut dalam air, maka membutuhkan cairan empedu. Apabila tubuh membutuhkan empedu untuk melarutkan lemak, maka secara otomatis kantung empedu akan mengeluarkan cairan empedu untuk mencerna lemak. Subhanallah..

Betapa cermatnya Engkau Ya Allah menciptakan diri kami manusia, dengan segala organ yang berlain-lainan fungsinya namun selalu saja masing-masingnya tak bisa berdiri sendiri dan harus bekerjasama dengan yang lainnya.
Sebagaimana fitrah manusia harus selalu bekerjasama dengan manusia lainnya. Tak bisa hidup seorang diri.
 
Paru-paru harus bekerjasama dengan hidung untuk mengoptimalkan oksigen agar bisa digunakan dengan maksimal.

Mulut harus bekerja sama dengan tenggorokan agar makanan yang telah dikunyahnya bisa tertelan masuk kedalam lambung.

Lambung harus bekerjasama dengan usus, agar makanan yang sudah digiling bisa terserap kedalam darah.

Usus harus bekerja sama dengan jantung agar nutrisi yang telah diserapnya bisa beredar keseluruh tubuh. Usus juga harus bekerja sama dengan kantung empedu untuk mencerna nutrisi yang berujud lemak.

Jantung juga harus bekerjasama dengan ginjal untuk menyaring darah, mengatur keseimbangan kimia darah, pH darah atau tingkat keasaman darah, menjaga keseimbangan kalium darah dan juga mendaur ulang gizi, air, dan glukosa dalam tubuh.
Seluruh organ harus berterima kasih kepada hati karena membantu metabolisme seluruh sistem tubuh agar tubuh menjadi sehat. 

Seluruh organ juga harus berterima kasih kepada lambung yang telah mengolah makanan demi keberlangsungan hidup mereka masing-masing.
Dan seluruh tubuh juga harus berterima kasih kepada kaki yang telah melangkah untuk mencari makanan,  

kepada tangan yang telah memasak makanan dan telah memasukkan makanan kedalam mulut, 

kepada mata yang telah menuntun kaki untuk melangkah,  

kepada hidung untuk membaui suatu makanan masih baik atau sudah rusak, 

kepada telinga untuk memandu kaki ketika melangkah, jika ada sesuatu yang membahayakan di kejauhan atau tidak sehingga kita bisa berhati-hati, mungkin ada motor ketika kaki hendak menyeberang jalan, atau mungkin ada binatang buas yang siap menerkam ketika kita sedang mencari kayu atau madu dihutan.
Allah Hu Akbar !

Adakah manusia yang bisa hidup seorang diri tanpa bantuan orang lain didunia sendiri ? Tanpa bekerjasama dengan orang lain ? Bisa membuat tempat tidur sendiri untuk berbaring ? Bisa membuat springbed sendiri agar tidurnya nyaman. Bisa membuat baju sendiri agar tidak kedinginan dan necis ketika pergi kekantor ? Bisa memasak sarapan sendiri tanpa bantuan istri ? Bisa Membuat mobil atau motor sendiri tanpa bantuan pabrik yang tehnologinya juga oleh manusia ? Bisa menanam buah-buahan serta sayuran sendiri yang setiap hari dinikmatinya ? Bisa menumbuk padi sendiri sehingga menjadi beras yang siap untuk dimasak ? Atau dapatkah seorang boss mengerjakan tugas-tugasnya sendiri tanpa dibantu oleh para staffnya ?

Jika kalian menyadari bahwa ternyata, bagi keberlangsungan kehidupan kita dalam keseharian kita telah melibatkan bantuan serta kerjasama dengan ribuan orang !!! Bagaimana kita mau sombong ! Astaghfirullahaladhziim...

Dalam masalah beras yang kita makan saja kita telah melibatkan siapa saja ? Petani untuk mengolah sawah. Pembuat cangkul yang ketika memanasi besi agar bisa ditempa menjadi cangkul keringatnya berleleran sepanjang waktu. Penjual pupuk. Pabrik pupuk dan seluruh karyawannya. Pembuat caping atau topi untuk menahan terik matahari ketika disawah. Pembuat kan untuk alat minum disawah. Pembuat gelas untuk minum. Pembuat baju petani untuk kesawah. Apa pak tani suruh telanjang tanpa baju ketika mencangkul sawahnya ? 

Lalu setelah jadi padi, masih harus melibatkan tukang selep untuk menyelep padi menjadi beras. Melibatkan tengkulak beras yang mengambil beras dari selepan-selepan padi. Lalu melibatkan sopir colt untuk mengangkut padi dari selepan ke toko beras. Lalu melibatkan pemilik toko agar beras bisa kita beli. Coba pikirlah oleh kalian. Baru untuk urusan beras saja kita telah terlibat kerjasama dengan sekian ratus orang.

Itu baru satu item, beras ! Lalu hitung saja. Dalam sehari kita menggunakan berapa item untuk menunjang kehidupan kita ?

Dari rumah yang kita tempati. Mobil yang kita kendarai. Pakaian serta perhiasan yang kita kenakan. Tas untuk kekantor. Sepatu anak-anak kita. Dasi untuk para eksekutif. Kalkulator. Kacamata. Handpone. Dompet. Cincin dengan akiknya. Parfum bagi bapak-bapak. Sajadah untuk sholat. Sarung. Mukena. Peralatan untuk mandi. Peralatan untuk tidur. Untuk makan ? Ribuan orang yang sudah terlibat bagi kepentingan kita sehari-hari tanpa kita sadari teman !

Dari sini kita akan membahas lebih lanjut soal “Pelajaran Dari Sakit Maag”.

PELAJARAN DARI SAKIT MAAG

Selama ini banyak motto dalam hidup kita sekalian “Dalam hidup ini yang penting kita tak merugikan orang lain”...Menurut saya, tak cukup hanya seperti itu teman, meskipun itu juga sudah baik. Alangkah lebih sempurnanya jika motto itu kita tingkatkan menjadi “Dalam hidup ini, manfaat apa yang telah bisa kuberikan kepada orang lain ?” sekecil apapun !

Jika kita sakit maag tak sembuh-sembuh, meskipun dengan segala daya upaya telah dilakukan, bahkan hingga menghabiskan semua harta kita, kita harus merunutnya, atau menelusuri kembali. Ada hikmah apa sebenarnya dibalik semua ini ? Sakit adalah salah satu cara Allah menghapus dosa kita. Berarti kita tentu mempunyai dosa dong. Itupun jika kita ikhlas dan sabar menjalaninya. Jika tidak, tentu akan berakibat sebaliknya. Dosa makin bertambah, dan penyakit bukannya sembuh tapi malah kian parah !

Dalam lingkungan dimana kita hidup kepada siapakah kita harus bekerjasama ? Ayolah kita telaah bersama-sama. Jangan Cuma bu Niniek sendiri yang pusing tujuh keliling mencari solusi untuk sakit kalian !

Kepada Allah dan Rasul kita.

Sudahkah kita melaksanakan semua yang wajib kita laksanakan sebagai Umat Islam ? Rukun Iman dan Rukun Islam. Yang paling sederhana, bagaimana sholat-sholat kita ? Bagaimana zakat kita, bagaimana sedekah kita, sudahkah kita laksanakan ketika badan kita masih sehat dulu ?

Sekarang ketika lagi diganjar dengan sakit maag atau gerd yang cukup parah dan tak sembuh-sembuh, jadi sadar. Betapa berharganya waktu. Sekarang betapa rindunya untuk bisa sholat dengan sempurna tak bisa ! Betapa rindunya untuk bisa sholat jum’at lagi di masjid tak bisa, karena untuk berdiri saja badan gemetar, uluhati sakit, kepala kliyengan dan untuk berjalan sempoyongan. 

Dulu, ketika belum kena sakit maag, betapa malasnya untuk sholat jama’ah di masjid, untuk berangkat jum’atan yang hanya seminggu sekali itu ! Astaghfirullahaladhziim. Sekarang, ketika kerinduan itu datang, tak bisa ngapa-ngapain. Itulah kalau kita tak mensyukuri nikmat ketika sehat. Nikmat itu Allah berikan justru ketika jatuh terpuruk, sakit parah yang tak sembuh-sembuh. Adalah nikmat kerinduan untuk berbuat baik, namun baru menjadi nikmat niat, belum menjadi nikmat perbuatan. Sadar ya teman ?

Kepada kedua Orangtua kita terutama Ibu.

Ketika kita sakit seperti ini jadi selalu ingat bapak kita yang dulu banting tulang mencarikan nafkah untuk kita, sehingga kita bisa menjadi seperti ini. Menjadi berbagai proffesi sesuai dengan bakat dan kemampuan kita masing-masing. Sesuai dengan takdir yang telah Allah tentukan untuk kita. Ada yang jadi penarik becak. Ada yang duduk di dewan. Ada yang jadi presiden. Ada yang menjadi pedagang asongan. Petani. Guru. Pilot. Tukang pijat. Dokter. Dan ribuan proffesi yang lain. Dari siapakah kita bisa menjadi seperti ini ? Tentu tak lepas dari andil orang tua, andil bapak kita kepada diri kita.

Lalu kita ingat ibu kita. Ibu yang melahirkan kita. Membesarkan kita dengan kasih sayang. Mendidik kita dengan seluruh kemampuan. Mendoakan kita dengan sepenuh keikhlasan. Merawat ketika kita sakit, tak ingat siang tak ingat malam. Hari-harinya hanya habis untuk menunggui serta merawat kita yang kala kecil sedang sakit. Sebentar-sebentar ditanyainnya kita. Apanya yang sakit sekarang ? Makan ini ya ? minum itu ya ? Lalu sebentar-sebentar dipegangnya kening kita untuk melihat suhu badan kita. Sebentar-sebentar dibetulkannya selimut kita, dijaganya agar tidur kita menjadi nyenyak.

Tentu tak ada isteri atau suami yang bisa menyamai ibu, sebaik ibu kita dalam merawat diri kita. Namun bukan itu yang hendak saya bahas.

Sudahkah kita pernah membalas kebaikan orangtua kita ? Mungkin dengan menyisihkan sebagian penghasilan kita setiap bulan untuk menyenangkan orang tua kita ? Atau sering menelponnya untuk sekedar menanyakan kesehatannya ? Syukur alhamdulillah jika secara berkala bisa bersilaturahmi mengunjungi kerumah orangtua. Sudahkah semua ini kalian lakukan ?

Atau, selama ini kalian lebih cenderung menuruti apa kata isteri daripada kata ibu kalian ? Tidak tunduk dan patuh kepada Perintah Allah ? Seorang laki-laki harus lebih menghormati kepada orangtuanya terutama ibu kandungnya daripada memperhatikan isterinya. Dan bagi wanita yang telah bersuami harus lebih tunduk dan patuh kepada suaminya daripada kepada orangtuanya sendiri.

Itu adalah perintah Allah, bukan kata bu Niniek.

Jika saat ini kalian berkedudukan sebagai isteri dari seorang laki-laki, mungkin selama ini kalian selalu menguasai suami kalian, bukan malah mendukung agar suami kalian memperhatikan, menghormati serta berbakti kepada orangtua terutama ibu kandungnya. 

Saya dulu ketika tinggal serumah ikut Ibu mertua saya. Jika Ibu mertua saya memanggil suami saya, saya begitu tergopoh-gopoh menyampaikan kepada suami saya bahwa beliau dipanggil oleh ibunya, agar cepat-cepat menghadap, apapun yang sedang dikerjakannya saya minta kepada suami saya agar meninggalkan pekerjaannya dulu, nanti bisa dilanjut jika kepentingan ibu sudah selesai. Karena saking takutnya saya kepada Allah.

Itu baru soal panggilan. Apalagi untuk urusan yang lebih penting dari Ibu Mertua untuk suami. Wooouuuw Takuuut...sama Allah.
Jika kedua orang tua kalian ikut dirumah kalian. Pernahkah kalian membuatkan sekedar minuman teh dengan tangan kalian sendiri ? Ataukah hanya menyuruh pembantu untuk menghidangkan teh setiap paginya untuk kedua orang tua kalian ?

Dulu, meskipun dirumah ibu mertua ada pembantu, serepot apapun saya berusaha untuk menyempatkan membuat teh untuk ibu mertua, dan menghidangkannya untuk beliau, sambil menungguinya minum hingga teh itu habis, lalu saya bawa cangkir bekasnya ke belakang. Itulah contoh bakti-bakti kecil yang sering berusaha saya lakukan dimasa lalu saya. Sekarang ibu mertua saya telah lama wafat. Semua tinggal kenangan yang mengharukan.

Kepada pembantu rumah tangga.

Setiap hari urusan rumah tangga menjadi beres jika ada pembantu rumah tangga. Rumah bersih. Lantai kinclong. Cucian baju bersih. Setrikaan rapi. Urusan belanja dan masak beres. Urusan antar jemput anak sekolah beres. Tapi kita tak pernah nyadar, bahwa peran pembantu rumah tangga dalam kenyamanan hidup kita sungguh sangat berarti.
Coba kalau tak ada pembantu. Rumah kotor. Cucian ngedabruk. Sudah siang masakan belum mateng. Cucian baju belum sempat nglipet. Antar jemput anak sekolah sering terlambat. Ya Allah...

Ada ibu rumah tangga atau bapak-bapak yang memperlakukan pembantunya sangat tidak manusiawi. Ia disuruh bekerja mati-matian tanpa istirahat. Jika terlihat duduk-duduk melepas lelah sebentar saja ibu rumah tangga yang diikuti sudah ngomel-ngomel. Kerjanya benar-benar seperti robot, tak boleh mengenal lelah, tak boleh istirahat, kecuali tidur kalau sudah malam. Astaghfirullahaladhziim. Apakah kita type ibu rumah tangga yang tak manusiawi seperti itu ?

Pernahkah kita membuat kejutan-kejutan untuk pembantu kita ? Misal tak saatnya lebaran cuti panjang, kita menyuruhnya cuti pulang kampung seminggu misalnya, memberikan uang ekstra yang cukup untuk pulang kampung, membelikan oleh-oleh untuk menyenangkan anggota keluarganya dikampung ? menitipkan barangkali baju atau pakaian bekas keluarga yang masih bagus-bagus untuk diberikan pada saudara-saudaranya dikampung ? Pernahkah ? Syukur-syukur membelikan baju yang masih baru, meskipun belum lebaran.

Saya ketika masih getol mencari uang dulu sewaktu masih muda dan sukses, alhamdulillah sering melakukan kejutan-kejutan seperti itu. Semata hanya untuk menyenangkan dan membalas budi baiknya yang selama itu telah banyak membntu meringankan tugas-tugas rumah tangga saya.

Jadi jangan sepelekan seorang pembantu. Karena ia ikut andil besar dalam kenyamanan kehidupan rumah tangga kita. Pekerjaan seorang pembantu adalah super berat. Dan sangat melelahkan. Saya bisa seperti ini karena saya pernah mengalami menjadi pembantu rumah tangga di Bontang Kaltim. Bangun jam 4 pagi dan tidur jam 12 malam setelah semua pekerjaan rapi dan beres. He he..dikiranya bu Niniek seorang yang mulus kehidupannya ? no..no..no..! 

Kepada Anak-anak kita.

Anak adalah titipan Allah. Yang setelah lahir harus kita rawat, kita besarkan dan kita didik dengan segala kebaikan. Kita didik dengan agama dan budi pekerti, bukan sekedar memberinya dengan segepok uang untuk kebutuhannya. Apakah kita sudah merawatnya dengan kasih sayang ? Sudah mendidiknya dengan benar ? Sudah membesarkannya dengan segala pengawasan ? Apakah putra putri kita telah menjadi anak-anak yang sholeh dan sholihah, takut kepada Allah dan berbakti kepada orang tua ? Jika belum, tentu itu semua salah kita, bukan salah siapa-siapa !

Jika sekarang ini ketika kita sakit anak-anak kita tak perhatian kepada kita, karena mungkin dulu kita juga tak pernah perhatian dan kasih sayang kepada mereka. Jadi jangan salahkan mereka anak-anak kita. Salahkanlah diri kita sendiri, dan segeralah mohon ampunan kepada Allah SWT, Yang Maha Mengampuni.

Kepada Saudara atau Tetangga kita. 

Dulu, ketika kita sehat, tak pernah peduli kepada saudara atau tetangga kita yang sedang tertimpa musibah. Entah itu sakit, entah ada yang meninggal atau kerepotan yang lain. Sekarang, jika ketika kita sakit mereka tak peduli kepada kita, jangan salahkan mereka. Keadaan kita sebenarnya adalah cermin dari diri kita sendiri.

Pelajaran Dari Sakit Maag
Dari sakit maag atau gerd yang kita alami kita mendapat banyak pelajaran. Pelajaran yang tak kita peroleh ketika kita sehat. Ketika kita sakit baru merasakan bahwa kita sangat membutuhkan pertolongan Allah. Sangat membutuhkan doa yang mustajabah dari kedua orangtua kita terutama ibu kandung kita. 

Membutuhkan suami atau isteri kita. Membutuhkan rawatannya, perhatian serta kasih sayangnya. Tanpa dukungan suami atau isteri ketika kita sakit, akan terasa betapa menderitanya. Dan tak mengherankan jika banyak diantara kita, yang menderita sakit maag atau gerd tak sembuh-sembuh ini ditinggalkan oleh pasangan hidupnya. Ditinggalkan oleh suami atau isterinya, karena ketika masih sehat dulu sikapnya sewenang-wenang, sembarangan, seenaknya sendiri. Sehingga ketika sakit suami atau isterinya meninggalkannya tak mau merawatnya.

Sakit ini membuat kita sadar. Ternyata bahwa dalam hidup ini kita butuh kebersamaan dengan orang lain, butuh kerjasama dengan orang lain. Saling menghormati dan menghargai agar tercipta sinergi yang selaras. Hidup yang tenang, damai, sejahtera dan bahagia.

Demikian Pelajaran Dari Sakit Maag. Semoga selalu ada manfaatnya yang bisa kalian ambil. Yuk kita saling mendoakan untuk keselamatan dunia dan akherat kita masing-masing. Untuk kesehatan kita semua. Untuk kebahagiaan kita juga. Semoga Allah SWT, senantiasa merahmati kita semua. Amiin Ya Ra\bbal'alamiin.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo, 15 Mei 2016.

Salam Tauhid,
Niniek SS
Labels: Interospeksi, KASIH SAYANG, Kiat-Kiat Sembuh, Tauhid

Thanks for reading Pelajaran Dari Sakit Maag. Please share...!

0 Komentar untuk "Pelajaran Dari Sakit Maag"

Back To Top