SOLUSI SAKIT MAAG

Blog pengalaman sembuh sakit maag kronis | obat alami sakit maag | makanan sakit maag | cara sembuh sakit maag | pantangan sakit maag

http://solusi-sakit-maag.blogspot.com/2014/07/resensi-buku-rahasia-sembuh-sakit-maag.html

Hari Ibu Yang Indah

Bismillahirrahmanirrahiim… 

Puji dan syukur yang sesuci-sucinya hanya bagi Allah SWT. Pemilik Seluruh Hukum. Shalawat yang setinggi-tingginya dan salam yang penuh kerinduan semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW, bagi keluarga dan sahabatnya yang mulia serta para pengikut Beliau yang setia sampai akhir jaman. Aamiin. Dan juga tak lupa Salam Sejahtera Bagi Seluruh Alam. 

Pembaca Blog Yang Saya kasihi, dimanapun kalian berada… 

Hari ini adalah hari yang  dinobatkan sebagai “Hari Ibu”. Hari untuk mengenang jasa atau kebaikan seorang ibu, yang betapa sangat berharganya bagi anak-anaknya yang sangat dicintainya. Anak yang dikandung 9 bulan sepuluh hari dengan susah payah. Melahirkannya dengan bertaruh nyawa. Setelah lahir masih harus mengasuhnya, merawatnya, membesarkannya, mendidiknya agar menjadi manusia yang sholeh dan sholehah. Berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, taat serta patuh kepada Allah SWT serta menjunjung tinggi keteladanan Rasulullah SAW. Agar menjadi anak yang mandiri, bermanfaat hidupnya baik bagi diri sendiri, keluarganya maupun berguna bagi masyarakatnya dimana ia bertempat tinggal kelak.

Berapapun pengurbanan yang telah dilakukan oleh seorang ibu kepada anaknya, ia tak akan pernah menghitung-hitungnya. Bagaimanapun kesulitan yang dihadapi ketika seorang ibu membesarkan serta merawat anaknya, tak pernah ia mengeluh atau putus asa. Dengan sekuat tenaga ia akan berjuang mati-matian untuk kebahagiaan anak yang sangat dicintainya. Apapun akan diberikannya asal bisa membuat anaknya bahagia, kalau perlu nyawanyapun akan digadaikannya untuk meraih kebahagiaan bagi anaknya. Itulah potret seorang ibu !

Ketika anaknya sakit, ia rela menungguinya semalaman hingga melupakan tidurnya sendiri. Itulah seorang ibu. Ia rela mengurbankan apapun demi anaknya. Oleh karena itu, ia diberikan kedudukan yang sangat mulia oleh Allah SWT, dimana didalam tubuhnya dititipkan Asma Allah, ialah “Rahim”.

Rahim tempat bersemayamnya bayi ketika masih berbentuk janin dan belum dilahirkan. Oleh karena itu, betapa seorang wanita harus menjaga sekuat jiwa raganya untuk menjaga kesuciannya, karena “Rahim” adalah Asma Allah, tempat yang penuh kesucian. Dan restu seorang ibu bagi anaknya adalah menjadi terbukanya Ridho Allah SWT. bagi seorang anak yang selalu berbakti kepada ibunya. 

Mengapa pula dalam suatu riwayat, disampaikan ketika ada seseorang yang bertanya kepada Rasulullah SAW, :”Ya Rassul, siapakah yang harus lebih kuhormati, apakah bapakku ataukah ibuku ?” Maka ketika itu pula Rassul SAW. menjawabnya hingga 3 kali dengan jawaban yang sama : jawaban yang pertama adalah ”Ibumu”, jawaban yang kedua adalah“Ibumu” dan hingga pertanyaan yang ketiga kalinyapun tetap jawabannya adalah sama :”Ibumu”.

Dilihat dari makna yang terkandung dalam jawaban Rasulullah SAW. Atas pertanyaan seseorang itu, menyiratkan bahwa seorang anak itu harus sangat menghormati dan menyayangi ibunya.  Lihatlah kisah dari seorang sufi bernama Uwais Al Qorni, yang menahan rindunya untuk bisa bertemu Rasulullah SAW, karena saking sayangnya kepada ibunya dan tak tega untuk meninggalkan ibunya seorang diri dirumah, sementara ia hendak menemui Rasulullah SAW.

Kemana-mana ia selalu menggendong ibunya, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga Al Qorni tidak tega untuk meninggalkan ibunya seorang diri dirumahnya.

Suatu hari saking tak kuatnya ia menahan kerinduannya untuk bertemu dengan Rasulullah SAW, maka ia berpamitanlah kepada ibunya bahwa ia hendak menemui Rasulullah SAW sebentar saja ia akan segera kembali.

Maka setelah ibunya mengijinkannya, ia dengan tergopoh-gopoh segera berangkat untuk menemui Rasulullah SAW di kediamannya. Betapa masygulnya ia karena waktu ia sampai kerumah Rasulullah SAW, Rasulullah SAW sedang tidak berada di tempat namun sedang di medan perang.

Dengan membawa kemasygulannya, maka ia segera pulang dengan tergesa-gesa, ingat ibunya yang beberapa lama sudah ia tinggalkan dirumah. 

Syahdan ketika suatu hari Sayyidina Ali bertugas didaerahnya Uwais Al Qorni, maka Rasulullah SAW menitipkan jubah Beliau untuk diberikan kepada Uwais Al Qorni. Betapa tinggi penghargaan Rasulullah SAW kepada Uwais Al Qorni yang demikian mencintai ibunya.

Nah betapa beruntungnya ibu-ibu yang mempunyai putra dan putri yang menyayangi dan mencintainya dengan tulus.
Hari ini, adalah Hari ibu yang terindah yang pernah kurasakan. Mengapa ? 

Pagi selepas turun sholat subuh, dan selesai mengerjakan wirid seperti biasa, tiba-tiba nada dering Watshapp saya berbunyi. Siapa yang pagi-pagi buta seperti ini sudah mengirim WA ini. Jangan-jangan ada teman maag yang perlu solusi darurat. Dengan tergesa kubukalah Watshappku. Lho kok dari putriku, ada apa ya ? tak biasa-biasanya sepagi ini dia kirim WA. Dia biasanya kalau menghubungiku kalau mau berangkat kuliah, minta doa restu. Itu tak pernah lupa dilakukannya, setiap hari ! Dan ketika ia sudah berada di kostnya kembali ia juga akan selalu memberiku kabar. Alhamdulillah ia insha Allah memang anak yang baik. Baca Qur’annyapun Alhamdulillah, dimanapun ia berada selalu meraih yang terbaik, untuk urusan membaca Al Qur,an.

Ini kabar dari putriku kalau teman-teman mau tahu :

Assalamu’alaikum…

Ibuku yang hebat,

Tiada yang lebih tulus
dari air mata dan
doamu,

tiada yang lebih kurindukan
dari belaian lembut dan
hangat pelukmu,

tiada yang lebih
kunanti-nantikan daripada
doa restu dan
ridhomu, 

tiada yang dapat melebihi segala
pengorbanan dan
kasih sayangmu
untukku.

Terima kasih atas segalanya ( yang
tak dapat kusebutkan
satu persatu ),

Terima kasih untuk
masakan lezat setiap hari,

Terimakasih untuk
suntikan semangatnya
setiap pagi,

Terima kasih atas doa doa tulus,
yang senantiasa kau panjatkan
kepada Allah hingga
malam kau terjaga,

Terima kasih telah
menjagaku saat aku
sakit hingga mungkin
kau lupa untuk tidur,

Terima kasih telah
merawat diri ini sejak
saat tidak tahu apa-apa
hingga sekarang
sudah tahu caranya
sholat dan mengaji,

Terima kasih telah
menjadi penopang ekonomi kehidupan
keluarga kita,

Terima kasih karena
selalu ada disisiku,

Ibuku yang cantik, 

teruslah sehat ya,
panjang umur, 

Teruslah bersemangat seperti itu, 
jangan biarkan usia,
menggerogoti semangatmu,

Ibuku yang paling kusayangi, 

alam semesta tahu, 
rasa sayang dan cintaku
padamu takkan
sebanding dengan
cinta kasihmu
kepadaku…

“Selamat Hari Ibu”…

Tiada kata yang dapat
terucap selain
terima kasihku.

Lalu bagaimana saya membalas WAnya ?

Wa’alaikumussalam Wr.Wb.

Ya Allah Ya Tuhanku,
Tuhan yang sangat mengasihiku,
penjagaku siang dan malam,

penunjuk jalanku ketika
dalam kegelapan,

penolongku ketika
dalam kesulitan,

penghiburku ketika
dalam kesedihan,

cahaya harapanku ketika
dalam kesempitan,

Wahai Tuhan seluruh ciptaan,
Tuhan Muhammad SAW
dan manusia beriman,

Pagi yang begitu indah ini…
Aku tersungkur
dengan seluruh kerendahan jiwaku,
Di HaribaanMu Ya Allah,

dengan seluruh isi dadaku,
Terimalah rasa syukur yang tak terperi
kepadaMu Ya Allah,

atas karunia yang begitu indah,
yang Engkau berikan kepadaku
pagi ini,

lewat untaian,
bait-bait suci

ungkapan jiwa putriku,
nyanyian rindunya,
riak cintanya,
yang membuncah,

di hari yang dinobatkan
sebagai “hari ibu” ini kepadaku Ya Allah.

Hanya doa dan restuku,
yang bisa kuhadiahkan untuknya,

Dengan memohonkan RidhoMu
bagi putriku,

kabulkanlah segala
hajat putriku Ya Allah,

yang akan menyelamatkannya,
kepada keselamatan
dunia dan akheratnya,

kepada kebahagiaan dunia
dan akheratnya,

kepada keberuntungan
dunia dan akheratnya,

biarlah,
kecintaannya kepadaku,

menjadi “pembuka jalan
selebar-lebarnya”
asbab turunnya Ridho
dan kasih sayangMu,

rahmat dan karuniaMu,

naungan dan anugerahMu,

ampunan dan petunjukMu,
kepada putriku tercinta,

yang akan mencahayai
jalan kehidupannya,
di dunia dan akheratnya,
kelak.

Ammin Ya Rabbal’alamiin.

Kabulkanlah doaku Ya Allah.

Lalu…

Wahai engkau putriku,
Yang kusayangi dengan
sepenuh hati,

dan seluruh jiwaku,
setelah Allah Yang Segala Maha,
dan Muhammad rassul kita,

engkau yang terlahir
dalam segala kepapaan,

dalam keterbuangan keadaan,

dalam segala kehampaan hidup
karena sakit ibumu
yang begitu lama itu,

Terima kasih untuk
hadiah “Hari ibu” yang begitu special darimu,

yang begitu indah
pagi ini,

Terima kasih
Untuk cintamu,
sayangmu,

pengertianmu yang tak pernah
meminta sesuatupun
meskipun hakmu sebagai
seorang anak,

Terima kasih untuk baktimu,

Terima kasih untuk
prestasi gemilang yang selalu
kau ukir
dimasa kanak-kanak
hingga remajamu kini,

Alhamdulillah
untuk sholatmu yang tak pernah
kau tinggal,

Terima kasih untuk
setiap yang berusaha
kau lakukan,

untuk menyenangkan hatiku,
melegakan perasaanku,
membanggakan harapanku.

Terima kasih juga
untuk doa-doa tulusmu anakku…

Terima kasih juga untuk supportmu
yang selalu menyemangatiku
agar tetap menulis dan menulis

bagi para penderita maag

Terima kasih
kau selalu mengingatkanku
untuk menjaga istirahatku
agar jangan kelelahan,

jangan sampai sakit,
jangan sampai tak menulis,

sebab kasihan kepada
mereka yang menanti-nanti
tulisan-tulisan sederhanaku.

Semoga Allah meridhoimu selalu,

Memayungimu dengan naungan rahmat keselamatan,

Menunjuki jalanmu dengan cahaya kebenaranNya,

Menyertaimu dengan segala keberkahanNya.

Tetaplah semangat
menatap masa depan,

Raihlah cahaya kehidupan
yang selalu ada di hadapanmu,

mengelilingimu,
sehingga engkau menjadi
bagian dari cahaya itu sendiri,

bukan sekedar kegelapan,
yang dicahayai.

Itulah harapanku anakku,
Bukan sekedar menjadi ada,

Namun kembali
Menuju jiwa yang tenang.

Hari Ibu 2015
Semoga menjadi kenangan
Yang tak terlupa.

Pembaca dimanapun kalian berada, biarlah kalian semua ikut menikmati kebahagiaan yang kurasakan pada hari ini. Kebahagiaan merasakan kecintaan anak kepada ibunya. Semoga putra putri kalian semua diberkahi oleh Allah, sebagai seorang anak yang menghormati, menghargai dan menyayangi ibunya.

Alhamdulillahirabbil’alamiin

Salam Penulis
Niniek SS
Labels: EDISI SPESIAL

Thanks for reading Hari Ibu Yang Indah. Please share...!

2 comments on Hari Ibu Yang Indah

  1. 😳😩....saya bangga dg adhin Bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Candra,

      Alhamdulillah. Sayapun sangat bersyukur kepada Allah SWT. mbak, dititipi anak yang baik, yang taat kepada Allah SWT. dan berbakti kepada orangtuanya. Semoga menjadi anak yang sholehah dan mandiri.Aamiin.

      Salam.

      Hapus

Back To Top