SOLUSI SAKIT MAAG

Blog pengalaman sembuh sakit maag kronis | obat alami sakit maag | makanan sakit maag | cara sembuh sakit maag | pantangan sakit maag

http://solusi-sakit-maag.blogspot.com/2014/07/resensi-buku-rahasia-sembuh-sakit-maag.html

Abu Gosok Sebagai Pereda Rasa Sakit

Bismillahirrahmanirrahiim…

Puji dan syukur yang sesuci-sucinya hanya bagi Allah SWT. Pemilik Seluruh Hukum. Shalawat yang setinggi-tingginya dan salam yang penuh kerinduan semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW, bagi keluarga dan sahabatnya yang mulia serta para pengikut Beliau yang setia sampai akhir jaman. Aamiin. Dan juga tak lupa Salam Sejahtera Bagi Seluruh Alam.

Pembaca Blog Yang Saya kasihi, dimanapun kalian berada…

Membahas perihal sakit maag, tak kan ada habisnya. Karena ada saja topik yang bisa dibicarakan. Entah mengenai penyebabnya, entah mengenai keluhannya entah mengenai solusi mengatasinya dan masih banyak lagi.

Yang paling menarik untuk dibahas adalah keluhannya yang serba kompleks dan cara mengatasinya. Saking banyaknya keluhan yang ditimbulkan oleh sakit lambung, sehingga dokterpun juga bingung untuk menentukan obat yang paling efektif untuk mengatasi keluhan yang diderita oleh pasien.

Dokter mana yang tak bingung, jika bertanya kepada pasien maag kronis tentang apa saja keluhan yang dirasakan ? Lha wong dari ujung kaki hingga keujung rambut semua dikeluhkannya. Opo ora tobat ?

Yang semuanya hanya berawal dari sakit maag. Katanya jantungnya sering berdebar-debar. Nah waktu diperiksa, dokter mengatakan kalau jantungnya baik-baik saja. Katanya kepalanya sering sakit sekali berdenyut-denyut, tapi setelah di scanner tak terdapat sesuatu yang mencurigakan pada kepalanya. Katanya uluhatinya sering sakit sekali, dan ketika diendoscopy hasilnya ternyata tepian lambung hanya ada sedikit bercak-bercak merahnya tapi kata dokter belumlah luka. 

Inilah yang membuat penderita lambung sering bingung berhubungan dengan rumah sakit. Lalu mereka sering mengeluh :”Aku ini sebenarnya sakit apa ? Rasanya tak karuan, tapi setelah diperiksa segala macamnya di Rumah Sakit hasilnya menurut dokter semuanya baik-baik saja ? padahal yang dirasakan masya Allah…”

Bagaimana diagnose dokter dengan tubuh yang sering lemas, kepala kliyengan jika untuk berjalan sempoyongan seperti mau jatuh rasanya, lalu tentang pandangan yang sering kabur, sering sembelit dan sering diare ? Tentu dokter tak ada waktu untuk menjelaskan panjang lebar jawabannya. Paling-paling dokter hanya mengatakan :”Tak apa-apa bu, itu semua ada hubungannya dengan asam lambung, tapi tak usah khawatir, minum obat ini nanti juga sembuh”…Begitulah setiap kali pasien maag memeriksakan diri.

Kali ini saya tak akan membahas tentang pemeriksaan dokter terhadap pasien maag pada umumnya, karena itu bukan bidang saya. Tapi setidaknya apa yang saya sampaikan diatas cukup mewakili penglaman semua teman-teman yang sering mondar mandir memeriksakan ke Rumah Sakit, seringkali sakit maag apalagi GERD itu belum tentu dapat dideteksi oleh peralatan medis.

Yang ingin saya sampaikan disini, bahwa sakit maag, jika sudah kronis, maka derita sakitnya di seluruh tubuh adalah luar biasa. Dari kaki sampai ubun-ubun ada keluhannya. Kita lihat saja, mana bagian tubuh yang tak disinggahi oleh rasa sakit pada penderita maag kronis apalagi yang sudah berkembang menjadi GERD ?

Kita lihat mulai dari bagian kepala dulu ya ?  Kepala jelas pernah pening, pusing berdenyut-denyut, ada yang kena migren atau pusing kepala separuh, kepala sering kliyengan, kehilangan keseimbangan, vertigo, kepala terasa muter, saking sakitnya kepala hingga terasa mual mau muntah, telinga berdenging, telinga sakit, telinga inveksi, telinga pendengarannya berkurang, pandangan mata kabur, sinusitis, flu tak sembuh-sembuh, kadang menjadi sering sakit gigi, sering sariawan.

Sekarang bagian tenggorokan ya ?
Tenggorokan rasa kering, untuk menelan sakit, sering radang, setiap hendak tidur rasa tercekik, terasa mengganjal seperti ada lendir kental yang tak mau keluar juga tak bisa ditelan.

Bagian Dada :
Debaran jantung sering kencang bagaikan deburan ombak, kadang juga jedag jedug sehingga jika permukaan dada kiri bagian bawah dipegang akan sangat terasa detaknya, dada terasa sangat berat seolah ada yang nyumpel ditengah-tengah dada. Jika kekenyangan maka nafas sesak, jika parah maka nafas sampai tersengal-sengal. Uluhati pedih seperti teriris-iris. Dada panas seperti terbakar.

Kebawah lagi :
Punggung pegal dan sakit, pinggang juga sakit kadang terasa mau putus. Perut panas, sakit, kadang usus seperti terbakar. Usus sering keram. Buang air kecil sering tidak lancar. Bab sering diare atau sembelit berganti-ganti. Bagian vagina banyak juga yang ikutan sakit. Karena sering sembelit banyak yang kemudian terkena ambeien.

Bagian Kaki  dan Tangan :
Sering pegal dan linu, kaki sering keram. Paha sering berat ketika untuk berjalan.

Dengan banyaknya keluhan-keluhan tersebut, sehingga seluruh tubuh tak ada yang dirasa enaknya. Semua bermasalah. Semua ada keluhan. Apalagi jika keringat dingin muncul, tubuh gemetaran, lemas. Tubuh sering kedinginan karena darah rendah atau anemia.

Saya sering bingung jika ditanya ketika teman-teman sedang kambuh. “Ibu bagaimana ini solusinya ?” Karena solusi untuk mengatasi kambuh, tidak semudah membalikkan telapak tangan, bim salabim langsung bisa sembuh ! Maunya teman-teman, solusi yang saya berikan bisa instan langsung bisa sembuh ? Tidak teman.

Jika sudah terjadi kambuh karena kita melanggar rambu-rambu, maka untuk mengatasinya selalu cukup sulit. Tapi, ada satu cara yang cukup bisa menolong meredakan sakit maag apabila kita mau mencobanya. Cara tersebut adalah menggunakan ABU GOSOK untuk meredakan sakit maag.

Ambil satu atau 2 genggam abu gosok yang biasa untuk mencuci piring, lalu disangrai diatas tempat penggorengan diatas kompor dengan api sedang-sedang saja jangan terlalu besar dan jangan pula terlalu kecil. Jika sudah panas, segera dibungkus dengan kain sederhana yang cukup bersih, lalu dalam keadaan sedikit panas, tempelkan pada bagian yang sakit.

Jika yang sakit pada bagian lambung ya tempelkan pada bagian lambung. Jika kepala yang pusing, maka bisa ditempelkan pada bagian kepala. Jika dadanya yang seseg silahkan tempelkan pada bagian dada yang seseg. Jika kakinya yang dingin, maka pakailah kaos kaki terlebih dulu, baru pada bagian kaki ditempelkan abu gosok yang hangat-hangat panas tersebut.

Insha Allah, akan sangat bermanfaat. Itulah cara yang saya pergunakan untuk mengatasi setiap keluhan rasa sakit yang muncul. Ini adalah warisan dari almarhum ibu saya. Karena dulu jika saya sakit perut, kecuali membuatkan jamu kunyit kuning, maka ibu selalu membuatkan saya abu gosok yang dipanasi kemudian dibungkus dengan kain sederhana yang bersih lalu ditempelkan di perut saya berganti ganti.

Jika abu itu sudah menjadi dingin dan perut masih belum tuntas rasa sakitnya, maka bisa mengulang dipanasi lagi. Tapi biasanya saya jarang mengulangi memanasi abu gosok tersebut. Karena dengan sekali dipanasi hingga dingin kembali, perut sudah sembuh sama sekali sehingga saya bisa tertidur dengan pulasnya.

Abu gosok yang biasa untuk meredakan rasa sakit itu, sebaiknya disimpan didalam kamar saja. Karena jika hendak dibutuhkan, maka gampang mencarinya. Tinggal dibuka bungkusannya lalu dipanaskan kembali diatas kompor, jika sudah panas nanti dibungkus lagi dan digunakan lagi untuk mengobati. Abu gosok ini bisa dipakai berkali kali. Tidak sekali pakai langsung buang.

Sampai sekarang saya tidak mengetahui rahasianya, mengapa abu gosok yang dipanaskan bisa untuk mengobati rasa sakit, terutama sakit perut ? Saya hanya meyakininya saja berdasarkan pengalaman nyata masa kecil saya, yang kemudian saya praktekkan setiap saya mengalami sakit perut, dan untuk penanganan darurat Alhamdulillah cukup menolong.

Tentu ada suatu rahasia besar yang belum terkuak. Ada zat apakah yang terkandung didalam abu gosok ini ? Marilah menjadi PR kita bersama, siapa tahu diantara kita ada yang tertarik untuk menyelidikinya ?

Terlepas dari masalah itu, saya juga heran. Tempat-tempat yang terkena abu letusan gunung berapi, selalu akan lebih subur jika ditanami ! Tentu ada zat yang bermanfaat dalam abu. Baik abu yang dihasilkan dari pembakaran kayu, maupun abu hasil dari letusan gunung. Lalu mengapa pula abu gosok bisa dipergunakan untuk membuat telur asin, juga untuk membersihkan furniture ?

Demikianlah sekelumit tentang manfaat abu gosok untuk meredakan sakit perut. Abu gosok yang biasa saya pergunakan untuk meredakan sakit perut adalah abu yang dihasilkan dari pembakaran kayu untuk membakar batu bata merah. Yuk rame rame kita cari abu gosok untuk persediaan jika tiba-tiba lambung kita kambuh. Semoga hal ini bermanfaat bagi kita semua.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Salam penulis,
Niniek SS
Labels: Mengatasi rasa dingin, Mengatasi Rasa Sakit, Mengatasi Sakit Maag, Pengetahuan Baru

Thanks for reading Abu Gosok Sebagai Pereda Rasa Sakit. Please share...!

0 Komentar untuk "Abu Gosok Sebagai Pereda Rasa Sakit"

Back To Top