SOLUSI SAKIT MAAG

Blog pengalaman sembuh sakit maag kronis | obat alami sakit maag | makanan sakit maag | cara sembuh sakit maag | pantangan sakit maag

http://solusi-sakit-maag.blogspot.com/2014/07/resensi-buku-rahasia-sembuh-sakit-maag.html

Jika Sudah Ketemu Penyebabnya Yakin Cepat Sembuh Bag-2

Bismillahirrahmanirrahiim…

Salam Sejahtera Bagi Seluruh Alam,

Puji dan syukur hanya kepada Allah Pemilik Seluruh Nikmat. Shalawat dan salam yang setulus-tulusnya semoga senantiasa tercurah atas Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW, bagi keluarga dan sahabatnya yang mulia serta para pengikut Beliau yang setia sampai akhir jaman. Aamiin.

Pembaca Blog Yang Setia….

Pada Bag – 1 sudah saya jelaskan panjang lebar tentang “Jika Sudah Ketemu Penyebabnya Yakin Cepat Sembuh” simak lebih dahulu DISINI jika kalian belum membacanya.

Ini nih lanjutannya :

Tidak beribadah dengan baik
Tidak beribadah dengan baik bisa mempengaruhi hati, pikiran serta perilaku kita menyimpang dari kebaikan. Segala ketidak baikan yang dilakukan oleh manusia, pada fisik akan menimbulkan kerusakan pada enszime tubuh. Sehingga berakibat pada timbulnya berbagai macam penyakit. Apakah karena faktor itu kita sakit ? Bisa jadi !

Tidak taat dan tidak berbakti kepada Allah SWT
Akan berpengaruh kepada perangai yang buruk dalam diri kita, sehingga kemungkinan dalam mencapai sesuatu kita akan menghalalkan segala cara. Karena tidak takut kepada Allah SWT. Kemungkinan kita juga akan berbuat dzalim kepada diri sendiri. Padahal jika kita menanam kebaikan kita akan menuai kebaikan, dan jika yang kita tabur adalah keburukan maka yang akan kita tuaipun keburukan, cepat ataupun lambat. Termasuk kita sakit adalah buah dari keburukan yang kita tanam pada waktu yang silam.

Tidak taat dan tidak mencintai Rasulullah SAW.
Bagaimana kita akan mendapatkan cinta Allah SWT, jika kita tidak taat kepada ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah SAW. Dan bagaimana kita akan taat melaksanakan ajaran Kanjeng Nabi Muhammad Rasulullah SAW, mencintai beliau saja tidak. Orang kalau mencintai tentu akan berusaha menyenangkan hati yang dicintai serta melaksanakan apa saja yang diperintahkan dan diajarkan. 

Apakah kita sudah mencintai Rasulullah SAW ? Apakah kita sudah melaksanakan setiap ajaran yang diperintahkan serta diteladankan kepada kita ? Jika belum, sebagai umatnya, tentu akan mengurangi keberkahan dari apa yang seharusnya kita terima. Keberkahan dalam segala aspek kehidupan. Baik itu keselamatan, kesehatan, kesuksesan, kerejekian dan lain sebagainya.

Tidak berbakti serta menghormati kedua orang tua
Doa orang tua, terutama ibu, adalah doa yang paling mustajabah. Ibu yang mengandung kita, melahirkan, serta merawat dan mendidik kita dengan penuh kasih sayang, hingga menjadi kita yang sekarang ini, tanpa pamrih, tanpa mengenal lelah dan putus asa. Sudahkah kita berbakti kepada beliau ? juga kepada ayah kita yang telah mencarikan nafkah buat kita dengan susah payah, terkadang perpeluh kulitnya, sehingga kita bisa tumbuh dengan sehat, sekolah dengan lancar sehingga kita bisa mencapai derajat serta pangkat dalam kehidupan sekarang ini ?

Ataukah malah kita berperilaku sebaliknya kepada beliau berdua ? Berani, menentang, kasar, mengata-ngatai, memaki-maki kalau minta uang tidak dikasih, tidak mendengarkan nasehatnya. Itu ketika kita kecil. Ibu menjadi sangat sedih hatinya, demikian juga bapak kita. Meskipun seorang ibu tidak pernah mendoakan jelek untuk anaknya, namun jika selama bertahun-tahun hatinya selalu menangis oleh perilaku kita, lelehan air matanya sampai ke langit sap tujuh, dan membuat seluruh arasy bergetar oleh tangisan seorang ibu yang memohonkan ampun anaknya ke Hadlirat Allah SWT. 

Doa seorang ibu yang teraniaya ini, didengarkan oleh Allah SWT. juga seluruh malaekat dilangit maupun di bumi ikut mendukung doa ibu ini. Allah memang mengabulkan doa ibu ini. Bukan seketika. Melalui proses waktu dan proses pendadaran. Tidak seketika, kita yang sewaktu kecil menjadi anak yang bengal ini, lalu menjadi sadar. Namun cara Allahpun lain.

Hidup kita dibuatnya menjadi sangat susah. Sakit-sakitan. Sulit mencari nafkah. Sulit mencari pekerjaan. Kerja gak naik-naik pangkat. Dilingkungan tak disenangi teman. Musibah silih berganti mendera. Hutang kita menumpuk segunung anakan. Walaupun dibantu uang sak truk untuk melunasi hutang-hutang kita. Eh lunas, ada lagi, numpuk lagi, stress lagi ! Ini dari faktor apa ? Dari faktor masa lalu kita sendiri yang dulu buruk, tak mengindahkan perintah Allah. Tak pernah mengindahkan nasehat orang tua, boro-boro berbakti ! Ketika kita sadar, mau meminta maaf sudah terlambat, kedua orang tua kita sudah tiada. Betapa menderitanya kita yang ada di posisi ini, seumur hidup !

Waah pokoknya tak bisa diceritakan lagi deh ! Dan itu ada. Dan itu realita yang benar-benar nyata. Saya bisa membeberkan kisah nyata itu sebagai contoh disini, karena fenomena itu ada disekeliling kita. Jadi bukan sekedar cerita kosong belaka. Maka berbaktilah kepada kedua orang tua kita pumpung beliau masih hidup. Kalau sudah tiada ? Nah loo !

Berhati jahat
Hati jahat akan menelorkan sikap dan perilaku yang tidak baik, yang tidak menyenangkan, yang merugikan, yang membuat orang sakit hati, yang membuat orang bersedih, yang membuat orang kecewa, yang membuat suasana panas, dan segala kekacauan yang lain. Berhati-hatilah dengan hati yang jahat. Apakah sakit kita yang tak sembuh-sembuh ini akibat dari perilaku, hati serta pikiran jahat yang kita lakukan dimasa yang lalu ? Yuk kita renungkan sendiri.

Tidak taat dan menghormati suami.
Kuwajiban seorang wanita, jika ia sudah bersuami, harus tunduk dan patuh kepada suami. Karena Ridho Allah bagi seorang wanita yang bersuami, ada pada ridho suami kepada isterinya. Bahkan ketika seorang ibu dan seorang suami sama-sama memerintah kepada dirinya pada waktu yang bersamaan, maka ia lebih wajib mendahulukan perintah suaminya dari pada ibu kandungnya sendiri. Ini adalah perintah Allah, bukan kehendak suami. Jadi berhati-hatilah kepada kuwajiban yang satu ini bagi kita kita yang menjadi isteri ini.

Ini sering terjadi pada isteri-isteri yang mempunyai kedudukan, status, serta penghasilan yang lebih, yang sering sewenang-wenang kepada suaminya. Mentang-mentang penghasilannya jauh lebih banyak daripada yang dihasilkan oleh suaminya. Bahkan ada suami yang menganggur, dan isterinyalah yang bekerja.

Sehebat apapun seorang isteri. Ia tetap harus mentaati hukum Allah. Tunduk dan patuh kepada suaminya. Menghargai dan menghormati suaminya. Melayani segala keperluan suami dengan sebaik mungkin. Menyenangkan hatinya. Bersikap ramah dan lemah lembut.

Sebaliknya, seberapapun hasil yang didapat oleh suami kita, tetaplah disyukuri, karena itu hakekatnya adalah rejeki dari Allah SWT. Janganlah muka ditekuk jika suami hanya menyerahkan beberapa lembar puluhan ribu ketika sore hari pulang dari pekerjaannya. Ini sangat berdosa. Berarti kita tidak mensyukuri rejeki pemberian Allah. Padahal jika kita mensyukuri nikmatNya, maka akan ditambahkan nikmat2Nya kepada kita.

Apakah dimasa lalu kita pernah atau bahkan sering bersikap seperti itu kepada suami kita ? Segeralah memohon ampunan kepada Allah SWT dan meminta maaf yang setulus-tulusnya kepada suami kita, agar sakit kita segera sembuh.

Tidak sayang serta menghargai isteri.
Isteri adalah belahan jiwa. Kalau dia jodoh kita, ia diciptakn oleh Allah dari bagian tulang iga kita laki-laki suaminya. Namun ada juga suami yang sangat tidak peduli kepada isterinya. Main bentak. Main kasar. Main pukul. Apalagi jika apa yang dilakukan isteri tidak berkenan dihatinya. Sama sekali tidak menghargai apa yang telah dilakukan isterinya untuk keluarga. Memasak, mencuci, merawat anak-anak, mengurus rumah tangga dengan baiknya. Jadi ketika sakit dan tak berdaya ini, lalu isteri tak begitu mau merawat kita, jangan salahkan isteri kita. Karena ini buah dari perbuatan kita sendiri yang buruk dimasa lalu kepad isteri kita.

Buruk sangka atau negatife thinking.
Jamak lumrahnya kalau manusia biasa itu sering dihinggapi sifat syak wasangka, buruk sangka atau negatife thinking. Padahal buruk sangka itu hal yang sangat tidak baik. Bukan hanya merugikan diri sendiri karena lalu mengotori hati dan pikiran, namun juga merugikan orang lain kepada siapa kita berburuk sangka. Parahnya lagi ketika berburuk sangka, lalu kita sebarluaskan kepada orang lainnya lagi. Padahal itu baru dugaan yang belum tentu kebenarannya. Jadilah fitnah besar akibat mulut yang tak bisa kita kendalikan. Apakah dulu seperti ini perangai kita ? Bisa jadi, inilah yang menyebabkan kita tak sembuh-sembuh hingga sekarang !

Bersaksi dusta
Orang sering dengan mudahnya bersaksi dusta. Padahal persaksian itu disaksikan oleh Allah SWT, dan dicacat oleh malaekat petugas pencatat setiap perbuatan kita. Kesaksian akan sesuatu masalah, akan berefek terhadap baik buruknya nasib seseorang. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam bersaksi. Sudah bersaksi dusta itu adalah dosa, apalagi jika sampai menimbulkan akibat yang merugikan pada diri seseorang, lebih berdosa lagi. Dan segala perbuatan jelek yang kita lakukan cepat atau lambat tentu akan kembali kepada diri kita sendiri.

Tidak mengemban amanah.
Amanah yang tidak disampaikan sangat merugikan. Karena bisa berakibat fatal, jika itu sebuah amanah penting. Bisa menimbulkan buruk sangka. Bisa menimbulkan kesalahfahaman. Bisa menimbulkan kesedihan. Bisa menimbulkan sakit hati dan banyak hal. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam mengemban amanah. Jadilah orang yang amanah.

Tidak setia pada janji.
Janji sama halnya dengan hutang. Janganlah kita mudah memberikan janji kalau kira-kira tak akan bisa menepatinya. Karena kalau kita sudah berjanji, akan menimbulkan harapan bagi seseorang kepada siapa kita berjanji. Jangan mudah mengucapkan insya Allah, jika sekiranya kita tak akan bisa memenuhi atau melaksanakannya.

Berhutang, seenaknya ketika saat harus membayar.
Janganlah kita mudah berhutang untuk sesuatu yang sifatnya tak penting atau darurat. Cepat atau lambat, yang namanya hutang selalu akan menimbulkan kegelisahan. Orang tak dilarang untuk berhutang. Tetapi untuk hal-hal yang sifatnya darurat. Misal untuk makan karena memang tak mampu membeli beras. Untuk biaya pendidikan anak karena kita memang tak mampu untuk membayarnya.

Jika kita masih mempunyai perabotan rumah tangga lama yang masih bagus untuk dipakai, mengapa musti membeli perabotan baru dengan kredit ? Jika baju-baju lama kita masih bagus-bagus untuk dipakai, mengapa kita mesti tertarik untuk kredit baju-baju baru, pada gilirannya membayarnya, kita dibuatnya pusing tujuh keliling dibuatnya ? Ini akibat ulah siapa ? Ulah diri sendiri bukan ? Akhirnya pikiran kita jadi stress. 

Akumulasi dari stress-stress kecil yang kita bikin sendiri seperti inilah yang memicu kita terkena maag kronis. Kaum perempuan biasanya nafsu konsumerismenya jauh lebih besar daripada laki-laki. Ada kepuasan tersendiri dalam diri perempuan pada saat membelanjakan uangnya. Meskipun terkadang apa yang dibelinya tak begitu diperlukannya. Dan inilah yang sebenarnya merusak managemen ekonomi keluarga. Yang secara akumulasi akhirnya berdampak pada rusaknya ekonomi bangsa karena cenderung lebih besar pasak daripada tiang. Namun kita semua tak pernah menyadarinya. Kita selalu berpendapat bahwa apapun yang kita perbuat tak akan berdampak pada lingkungan. Padahal apapun yang kita lakukan, secara akumulatif waktu maupun bersama selalu menimbulkan dampak nasional ! cepat ataupun lambat !

Berbeda pada kaum laki-laki. Ia akan membelanjakan uangnya sebatas apa yang dia butuhkan, rational, dan nafsu belanjanjanya tidak sebagaimana kaum perempuan. Sayang mayoritas kesadaran iman perempuan untuk tunduk dan patuh kepada suaminya masih sangat sedikit, sehingga masih banyak laki-laki yang seperti kerbau dicocok hidung dihadapan isterinya. Hal ini tentu berdampak luas bagi pengambilan keputusan keluarga. Dan rusaklah keluarga jika suami tidak bisa menjadi imam bagi keluarganya sendiri. Isteri yang berkuasa ! Isteri yang menjadi raja dalam keluarga ! 

Apakah pada masa lalu kita dulu seperti ini ? Menjadi isteri yang tamak berbelanja, yang tak mensyukuri nikmat dengan apa yang ada ? Yang lalu kredit segala macam barang dan pusing tujuh keliling ketika saatnya harus membayar ? Banyak diantara kita kaum perempuan yang sebenarnya justru menjadi biang keladi timbulnya malapetaka dalam rumah tangga sehingga suami kita lari kepada perempuan lain.

Mungkin kita sebagai isteri yang bawel, tak pandai mengatur rumah tangga, tak memperhatikan suami, kurang melayani, egois hanya mementingkan kepentingan diri sendiri tanpa mengurus suami dan anak. Dan lain sebagainya.

Yuk kita interospeksi, siapa tahu ada hal dari masa lalu kita yang menyebabkan sekarang ini sakit kita tak sembuh-sembuh.

Dihina orang.
Jika kita sebagai orang kecil, tak mampu dan tanpa status yang jelas, biasanya menjadi bahan hinaan orang. Sering menjadi cemoohan orang, sering menjadi bahan sindiran orang bahkan pergunjingan orang. Namun kita tak bisa berbuat apa-apa. Tanpa daya membela diri. Kita menjadi sedih yang amat sangat. Nelongso. Terus menerus dalam kurun waktu yang lama, sehingga kita jatuh sakit dan tak sembuh-sembuh.

Apakah ini yang menyebabkan kalian sakit maag ? Karena kalian terlalu memikirkan hinaan orang, cemoohan orang, pergunjingan orang ? Kalau hal ini yang menjadikan kalian sakit, segeralah maafkanlah semua mereka yang pernah menghina kalian, pernah menggunjing kalian, perah mencemooh kalian. Karena tak ada manusia yang sempurna, semua orang pernah khilaf. Jika kalian bisa memaafkan kesalahan orang dengan ikhlas, insya Allah pelan namun pasti sakit kalian akan segera sembuh. Percayalah !

Diperlakukan tidak adil oleh seseorang.
Didunia ini banyak sekali orang yang diperlakukan tidak adil oleh orang lain. Isteri oleh suaminya. Anak oleh orang tuanya. Pembantu rumah tangga oleh majikannya. Pegawai oleh atasannya. Seseorang oleh lingkungannya. Tentu, perlakuan tidak adil sangat menyakitkan dan sangat membuat kita nelongso.

Jika hal ini yang menyebabkan kalian sakit, segera hilangkan sakit hati serta kesedihan kalian akibat perlakuan tidak adil yang pernah kalian terima. Maafkanlah setiap orang yang berperilaku buruk kepada kalian. Menghina, tidak adil, memfitnah, menggunjing, mencemooh dan lain sebagainya. Agar hati kalian menjadi plong ! Tak ada lagi yang mengganjal. Serahkan ketidak adilan yang kalian rasakan hanya kepada Allah SWT. Karena hanya Allahlah Hakim Yang Maha Adil yang akan menentukan hukuman serta pahala bagi perbuatan seseorang dengan seadil-adilnya, dengan sebenar-benarnya.

Carilah dari sederetan penyebab sakit kalian diatas dengan teliti. Jika sudah ketemu, segera lakukan solusinya. Memperbaiki diri, meminta maaf dan memaafkan orang, siapapun dia. Jika sudah ketemu penyebabnya, yakin kalian akan cepat sembuh. Dan itu PASTI !  Karena, tentu kalian akan segera berusaha semaksimal mungkin untuk menghilangkan penyebab dari sakit kalian. Apapun itu, iya kan ? Demikian bukan ?

Doa saya, semoga kalian segera bisa menemukan apa penyebab kalian sakit. Sehigga kalian akan cepat sembuh.

Demikian artikel “Jika Sudah Ketemu Penyebabnya Yakin Cepat Sembuh” semoga bermanfaat.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Salam Penulis,
Niniek SS
Labels: Interospeksi, Mengatasi Sakit Maag, Pengetahuan, Penyebab

Thanks for reading Jika Sudah Ketemu Penyebabnya Yakin Cepat Sembuh Bag-2. Please share...!

0 Komentar untuk "Jika Sudah Ketemu Penyebabnya Yakin Cepat Sembuh Bag-2"

Back To Top