SOLUSI SAKIT MAAG

Blog pengalaman sembuh sakit maag kronis | obat alami sakit maag | makanan sakit maag | cara sembuh sakit maag | pantangan sakit maag

http://solusi-sakit-maag.blogspot.com/2014/07/resensi-buku-rahasia-sembuh-sakit-maag.html

JANGAN RAGU PADA KESEMBUHAN

JANGAN RAGU PADA KESEMBUHAN

Kesembuhan adalah milik setiap orang. Maka jangan kalian ragu pada kesembuhan. Insya Allah kalian semua akan sembuh. Percayailah kata-kata saya. Karena saya telah sembuh dari sakit maag parah yang 18 tahun. Yuk simak dibawah ini.

Sahabat NiniekSS dimanapun kalian berada...

Bismillahirrahmanirrahim...


Puji dan syukur yang tiada putusnya kepada Allah SWT. yang senantiasa memberi perlindungan, pemeliharaan, serta penyertaan kepada saya sekeluarga. Alhamdulillah. Diusia yang sudah 65 tahun ini, saya masih diberi kesempatan untuk terus berkarya menulis di blog ini, meski sudah tertatih-tatih energinya. Semoga apa yang saya tulis di blog ini dengan segala ketulusan dan kejujuran, selalu ada manfaatnya bagi pembaca sekalian yang setia. Aamiin Yaa Robbal’alamiin...

Salam serta sholawat yang setulus-tulusnya tak lupa saya haturkan kepada Junjungan Umat Manusia, Nabi yang Agung, Sayyidina Muhammad Rasulullah Saw, beserta keluarganya yang mulia serta para Sahabat yang Baginda cintai. Insya Allah, syafaatnya akan selalu terlimpah kepada kita sekalian yang berkhidmad kepada Baginda, baik didunia maupun di akherat kelak. Aamiin Yaa Robbal’alamiin...

Sakit adalah kesempatan untuk merenung...

Dulu, awal-awal sakit maag, saya belum begitu mengeluh. Karena keluhannya masih ringan-ringan saja. Antara lain meriang, mual, sedikit pusing, lambung tak nyaman, dan tak ada nafsu makan. Itu saja. Jadi seperti tak ada masalah karena masih bisa beraktifitas mengerjakan ini dan itu.

Lama kelamaan, loh kok keluhannya bukannya sembuh diobatkan, kok malah menjadi-jadi. Sudah berobat pindah-pindah dokter. Sudah ke ahli pengobatan tradisional. Sudah berobat setrum yang kakinya dimasukkan kedalam air yang konon semua toksin tubuh bisa keluar lewat kaki yang direndam. Sudah minum segala macam herbal. Semua kata orang sudah dijalani. Hingga ke para normal saking pusingnya mencari alternatif penyembuhan. Hingga 18 tahun teman ! Saya jalani sakit maag dan GERD ini.

Sepanjang menderita sakit inilah hari demi hari saya kerjanya merenung. Dosa saya yang manakah kiranya yang membuat Allah marah sehingga membuat saya sakit sekian lama tak sembuh-sembuh ? Orang sakit ya biasanya hanya seminggu, atau paling lama sebulan. Lha ini saya ? Hingga 18 tahun ? Apa mauNya Allah dengan sakit saya yang begitu lama ini ?

Hari demi hari sakit yang saya alami saya buat catatan-catatan kecil. Baik keluhannya. Perubahannya. Pengaruh makanan yang saya konsumsi. Pengaruh pikiran terhadap rasa di badan. Sikap lingkungan terhadap saya. Tentang rasa dimana Tuhan sering menghilang. Pengaruh putus asa terhadap rasa sakit. Dan banyak hal, maka hingga saya bisa menulis sebuah buku “Rahasia Sembuh Sakit Maag Kronis” dengan runutnya, karena saya mempunyai catatan atau data yang teramat lengkap, pengalaman ketika saya sakit, dari mulai awal sakit hingga saat kesembuhan saya.

Dari perenungan-perenungan kecil itulah, saya banyak menemukan makna atau hikmah kehidupan yang tak pernah saya peroleh sebelumnya.

Kesembuhan semata ditangan Allah SWT. bukan pada obat yang diminum...

Keluhan yang saya alami berganti-ganti dari hari kehari. Antara lain : Badan selalu meriang. Lambung begah. Kepala pusing. Mata berkunang-kunang dan pandangan kabur. Sendawa terus menerus. Pinggang dan punggung pegal. Sesak nafas. Telinga berdenging dan sakit. Untuk berjalan kaki berat. Selalu kedinginan. Dada dan perut panas. Mulut sering sariawan. Diare atau sembelit. Vagina selalu perih. Nafas bau. Tangan dan kaki sering kesemutan. Tenggorokan sakit untuk menelan. Setiap tidur merasa tercekik seperti ada lendir di tenggorokan yang menutup saluran pernafasan, sulit sekali untuk dikeluarkan. Otak blank. Uluhati sakit sekali sering keram usus. Makan sakit tak makan sakit. Sulit tidur. Pikiran selalu negatif. Sedih sekali setiap mau makan. Alergi terhadap obat kimia. Sakit setiap kencing, karena ada infeksi kandung kemih. Jantung berdebar hebat. Kepala kliyengan seperti naik kapal oleng. Dan masih banyak lagi yang tak bisa semuanya saya sebutkan disini teman ! Yang sering membuat panik ketika datang rasa seperti mau mati !

Oleh karena itu pantas saja minum obat apapun tak sembuh-sembuh. Saking banyaknya rasa sakit yang dirasakan. Kalau disebutkan semuanya pasti dokter tak akan percaya ! Karena belum pernah merasakannya. Dan tak ada dalam literatur manapun yang mereferensikan. Memang iya kok. Karena apa ? Semua keluhan yang saya rasakan itu, pasti karena dalam semua organ tubuh saya sudah terjadi komplikasi !

Setelah berbagai upaya pengobatan saya tak sembuh-sembuh juga, saya baru meyakini, bahwa kesembuhan bukanlah karena obat. Namun karena Ridho atau kehendak Allah SWT. semata ! Kalau kesembuhan karena obat, tentu saya sudah sembuh dari kemarin-kemarin, karena sudah ratusan jenis obat baik kimia maupun herbal yang saya minum. Dari yang harganya 5.000 hingga jutaan rupiah yang bahkan tak terjangkau oleh kocek saya. Saya bisa minum obat yang mahal-mahal karena dibelikan teman-teman yang baik hati, atau terpaksa berhutang. Maklum saking tak kuat menahan sakitnya. Jadi sering tak sabar karena keadaan !

Saya pasti akan sembuh, hanya soal waktu...

Saking lamanya menahan penderitaan rasa sakit, dan tak sembuh-sembuh. Dan setelah meyakini bahwa kesembuhan bukanlah dari obat, saya justru mempunyai keyakinan baru, bahwa saya “pasti” akan sembuh. Hanya soal waktu. Menunggu saatnya Allah ijinkan saya sembuh ! Maka saya mulai ada rasa ikhlas menjalani sakit saya. Saya merasa, inilah cara Allah hadir dalam hidup saya. Menegur dosa saya agar saya sadar dan bertaubat. Agar saya menjadi terbersihkan. Dan layak menerima karunia yang sangat sesuatu bagi saya. Bahwa dibalik kesusahan ada bersama kemudahan. Bahwa dibalik penderitaan ada bersamanya kebahagiaan.

Memang betul ! Dengan sakit yang begitu lama, saya diberikan kepekaan yang nyata untuk melihat diri saya dari luar diri saya. Dari sinilah saya mulai mampu (dipinjami kemampuan oleh Allah Ta’ala) merubah semua akhlak saya dari jahiliyah menuju akhlaqul karimah. Sehingga dalam kesakitan yang luar biasa, saya sepertinya tak merasakannya lagi, karena merasakan nikmatnya mempunyai akhlak yang mulia : Tak pernah marah lagi, tak mampu sombong lagi, hilang segala keserakahan hidup, gampang memberi karena merasa yang ada semua ini bukanlah milik saya (bukan karena saya ini seorang dermawan), gampang merasa welas asih dan terharu melihat penderitaan orang lain, bisa dengan jelas merasakan bahwa saya ini bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa, dan semakin tua makin merasa lebih bodoh melihat ilmu yang terhampar. Bisa merasakan nikmatnya sholat, bahwa sholat itu memang mikraj’nya Muslim. Yah...masih banyak banget keindahan- keindahan serta kebahagiaan-kebahagiaan baru yang selalu setiap saat  saya rasakan. Yang sebelum sakit tak pernah semua ini saya rasakan ! Andapun akan lebih cepat sembuh daripada saya, jika mau bersabar, merenung, bertaubat, serta mensyukuri nikmat. Dan yakin ! Ini yang terpenting !

Sabar memang sulit dijalani...

Sabar memang sangat sulit dijalani. Karena tak enak sekali dirasakan. Harus mengalah pada apapun dan siapapun. Harus merasakan bahwa ketidak enakan ini adalah konsekuensi dari penghambaan diri kepada Allah. Hanya Allah, Allah dan Allah saja yang mutlak harus dipatuhi. Bukan patuh dalam penyebutan saja, namun patuh dalam tindakan sehari-hari. Bahwa Allah itu ada dalam keseharian dan memang harus dipatuhi perintahNya. Bukan bisa dijumpai nanti setelah kita mati.

Jika ingin sabar, harus merasakan dulu bahwa Allah hadir setiap saat dalam hidup kita. Dan kita mutlak harus patuh. Saat sehat maupun ketika sakit. Saat susah maupun ketika senang. Dalam keadaan yang bagaimanapun ! Allah akan cemburu jika kita melebihkan sesuatu apapun daripadaNya. Dan selalu akan menunjukkan kecemburuanNya dengan sesuatu yang dikehendakiNya. Entah sakit penyakit, entah kesulitan dan kesusahan, entah kegelisahan yang tak bersebab. Dan banyak lagi cara lain yang Allah pergunakan untuk memperlihatkan Cinta dan KuasaNya kepada manusia. Yuk kita renungkan.

Jika bersabar, setiap kesulitan akan terlewati dengan mudah...

Sabar itu awalnya susah sekali. Namun jika mampu melewatinya, akan indah pada akhirnya. Segala sesuatu yang tadinya tak mungkin akan menjadi mungkin jika kita bisa bersabar melewatinya. Apapun itu ? Apakah sakit penyakit ? Apakah permasalahan yang sulit ? Apakah utang yang menggunung ? Apakah rumah tangga bagai diujung tanduk ? Apakah anak sulit diurus ? Apakah isteri atau suami mau menangnya sendiri ? Apakah tetangga sebelah rumah sombongnya minta ampun ? Apakah bossnya otoriter ? Semua bisa selesai dengan manis dengan kesabaran yang disertai dengan keikhlasan yang tulus.

Saya bisa berkisah karena semua masalah apapun itu bisa terselesaikan dengan sendirinya hanya dengan bersabar yang penuh keikhlasan. Dengan doa yang penuh harapan tanpa putus tentunya. Bukan doa yang hanya sekali dua kali tak terkabul lalu putus asa. Bukankah Allah akan bersama dengan orang-orang yang sabar ? Itu adalah janji Allah. Dan Allah adalah selalu setia kepada janjiNya.

Tak perlu takut mati tapi takutilah nasib sesudah mati...

Pada masa pandemi ini banyak orang yang takut mati. Memang iya bukan ? Karena banyak orang yang meninggal setelah terkena covid. Sebetulnya kematian adalah takdir. Dan covid-19 adalah salah satu jalannya. “Janganlah takut mati”. Karena setiap orang, jika telah sampai waktunya “pasti” akan mati. Yang perlu kita takuti betul adalah, nasib kita sesudah mati ! Karena kematian adalah awal kehidupan kita dikehidupan yang kekal selama-lamanya.

Jika ketika kita hidup merambah jalan kesesatan jauh dari Allah, maka akan sengsaralah hidup kita diakherat kelak. Oleh karena itu carilah jalan kebenaran, dan tapakilah dengan kesungguhan hati, penemuan setelah pencarian itu. Jalan kebenaran yang sudah disempurnakan hanyalah Islam Rahmatan Lil alamiin. Pusaka dunia dan akherat yang tiada taranya. Genggamlah erat-erat dan lalukan dengan sepenuh ketaatan penghambaan.

Bersyukur itu pusaka hidup bahagia...

Bisa mensyukuri nikmat adalah pusaka hidup, karena dia adalah salah satu sumber kebahagiaan. Allah senang pada hambaNya yang bersyukur. Jika kita bersyukur, maka akan ditambah-tambahkanNya nikmatNya, jika mengingkari nikmatNya maka akan mendapatkan siksa yang akan pedih.

Demikianlah Jangan Ragu Pada Kesembuhan. Semoga ada manfaatnya. Semoga saya dan kalian semua, senantiasa mendapatkan ampunan dan keberkahan dalam sepanjang hidup dan mati kita. Aamiin Yaa Robbal’alamiin. Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Referensi Blog saya yang lain : Disini !


Purworejo, 27 Juli 2021

Salam Indonesia sedang berduka,
NiniekSS

Labels: CARA SEMBUH DARI MAAG, JANGAN RAGU PADA KESEMBUHAN

Thanks for reading JANGAN RAGU PADA KESEMBUHAN. Please share...!

0 Komentar untuk "JANGAN RAGU PADA KESEMBUHAN"

Back To Top