SOLUSI SAKIT MAAG

Blog pengalaman sembuh sakit maag kronis | obat alami sakit maag | makanan sakit maag | cara sembuh sakit maag | pantangan sakit maag

http://solusi-sakit-maag.blogspot.com/2014/07/resensi-buku-rahasia-sembuh-sakit-maag.html

Betapa Pentingnya Memahami Kehendak Allah

Bismillahirrahmanirrahiim...

Betapa pentingnya memahami Kehendak Allah..

Jika kita mengalami keadaan yang sulit, yang tidak menyenangkan, yang tidak sesuai dengan keinginan kita, seringkali kita bersungut – sungut, kesal, dan yang paling parah kita sering kemudian mengklaim bahwa Tuhan tidaklah adil ! Apakah begitu sesungguhnya ?

Hari kemarin, minggu, tanggal 13 Nopember 2016 saya mengalami peristiwa yang sungguh menyentuh.

Hari minggu adalah hari yang sangat berarti bagi saya, karena hanya hari minggulah saya mempunyai waktu senggang untuk bersilaturahmi kemana saja Allah ijinkan. Hari dimana kantor pos dan kantor morinda tutup, sehingga saya juga ikut libur melayani pesanan kalian he he..

Biasanya, pada setiap hari minggu saya pentingkan untuk mengunjungi anak-anak yatim yang perlu disantuni, atau para ibu – ibu janda sepuh yang sungguh senang jika saya kunjungi. Mereka merasa masih punya arti. Mereka bercerita tentang kenangan masa muda mereka yang sangat berkesan bagi mereka, dan saya mendengarkan dengan penuh antusias. Mata mereka kadang berbinar. Kadang redup berkaca-kaca.

Ketika saya tanya :”Mengapa ibu menangis ?”..Mereka menjawab :”Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, ada orang baik seperti Bu Niniek yang peduli kepada saya, sering mengunjungi saya, membawakan oleh – oleh kue kesenangan saya, yang empuk, tak bersusu dan tak banyak gulanya..Ya Allah...”..demikian sambil mengusap matanya yang basah dengan ujung kain panjangnya.

Sayapun seringkali ikut meneteskan air mata. Ingat ibu saya yang telah almarhum. Dulu waktu ibu masih sugeng ( hidup = bhs.Jawa ), mau membelikan sekedar sepotong kue saja saya tak mampu. Bahkan setiap saya mengunjungi ibu dengan tangan kosong, pulangnya ibu selalu memberi uang untuk putri saya, juga kue – kue yang ada dirumah ibu.

Dan sekarang ketika saya bisa membeli kue – kue yang enak dan lezat, ibu sudah tiada. Tapi saya yakin. Ibu saya disana tersenyum, melihat saya anaknya sering menyantuni anak – anak yatim dan ibu – ibu jompo semampu saya. Tentu dari hasil penjualan buku dan keuntungan morinda dari kalian. Jadi insya Allah, kalianpun ikut mendapatkan pahala kebaikan dari setiap sedekah yang saya keluarkan. Sedekah – sedekah yang saya keluarkan inilah, yang secara langsung maupun tidak ikut memberi jalan kesembuhan bagi kalian. Karena sedekah itu berasal dari uang kalian. Karena ada RidhoNya.

Ke Yogya mengantar opak.

Adik saya, bisa menyulap opak dari singkong menjadi makanan yang rasanya membuat lidah bergoyang dan tampilan packingnyapun exlusif sehingga menyenangkan untuk dipandang.

Opak singkong dengan bumbu bawang putih, rempah – rempah serta rumput laut ini pesanan dari salah seorang GRUP Musik HIVI! yang saat ini lagi naik daun, dan menjadi grup musik favourite dikalangan remaja dan anak – anak muda. Entah bagaimana ceritanya, putri saya dan kawan – kawan, bisa kenal dengan personil Grup musik HIVI!. Karena HIVI! memang sangat welcome kepada para penggemarnya. Singkat kata, akhirnya  sampailah opak dengan merk “Opak Cemiliin” ke tangan crew HIVI!. Karena opaknya memang enak, higienis, dan digoreng dengan minyak berkualitas yang selalu baru, maka ketika dimakan oleh anak – anak HIVI! tidak mengganggu tenggorokan mereka. Payah dong kalau habis makan opak lalu tenggorokan mereka gatal kan gak bisa lagi nyanyi ???

Saya antusias mau mengantar opak ke yogya karena sekalian jenguk putri saya yang minggu – minggu ini tak sempat pulang karena banyak tugas. 

Dari cerita putri saya, saya sangat terkesan pada Grup musik HIVI!. Karena seringkali mereka mengingatkan para penggemarnya, saat sudah memasuki waktu sholat selalu bertanya :"Kamu sudah sholat belum ? Eh sholat..sholat !"

Singkat kata, saya bawalah opak singkong tersebut ke yogya. Naik bis umum yang baunya tak nyaman. Sesampai di yogya agak bingung nih. Mau turun Gamping sambung bis engkel ? Atau langsung ke terminal besar Giwangan lalu sambung trans Yogya ? Akhirnya suami saya memutuskan untuk turun di Gamping saja, lalu nanti sambung bis kota jalur 15 yang bisa turun di dekat Samirono, tempat kost putri saya.

Tunggu bisnya di tem – teman Gamping lamaa banget ada mungkin kalau 1 jam. Ya Allah. Kata mas – mas tukang parkir yang ada disitu, karena hari minggu, bis jalur 15 banyak dicarter untuk liburan sehingga yang jalan hanya 2 bis. Whalah ! pantesan lama banget. Lalu kami mencoba mencari taxi. Wuitzzz...mahal amat...gamping ke Samirono, yang jaraknya tak lebih dari 3 km mintanya borongan 80.000..dihitung – hitung uang kami tak cukup. ( ada siih, tapi itu uang yang harus disedekahkan. Karena kebiasaan saya, di dompet selalu saya bawa uang untuk disedekahkan hari itu, berapapun adanya ). Alhamdulillah bis jalur 15 segera datang. Maka naiklah kami. Plong rasanya, ketika pantat sudah duduk di jok bis ! Hilang punah kelelahan berdiri menunggu bis tadi..

Lah sebelum bunderan UGM ( sebelum pertigaan jalan yang ke Samirono ), tiba – tiba bus belok kekiri. Padahal satu – satunya jalan yang saya hafal, hanyalah jalan yang lurus melewati bunderan UGM lalu lurus menuju jalan pertigaan yang ke Samirono. Bagaimana ini ?

Ditengah kebingungan, saya ada ide. Lebih baik turun, daripada semakin kejauhan. Lalu kami turun dijalan dibelakang kampus UGM entah Vakultas apa itu ? Yang penuh pohon rimbun dibelakang kampusnya. Tengok sana tengok sini lah tak ada becak satupun.

Kami berjalan balik kearah pertigaan Mirota kampus, dimana tadi bus berbelok. Cukup jauh juga, ada sekitar 1 km-an.  Padahal sambil menenteng bawaan opak 3 dus besar. Memang tak begitu berat sih..Tapi lama-lama kerasa capek juga, apalagi dengan perasaan kesal ! Mengapa tadi tidak cepat mengambil sikap, untuk turun ketika bis mulai berbelok di pertigaan Mirota Kampus ? Tak ada becak lagii..Walah..Walaaah..

Saya sudah gelisah sambil menapaki jalan. Karena saya perkirakan jam 8.00 pagi sudah sampai kost putri saya, lha kok sudah jam 09.30 sedang menyusuri trotoar jalan. Tersesat jalan, belum dapat becak lagi. Pasti putri saya juga sama – sama sedang gelisah menunggu kami. Saya telp dan sms ke putri saya tak bisa konek. Ya Allah. Bagaimana ini, harus berapa jauh lagi kami musti berjalan kaki menyusuri trotoar sambil menenteng dus – dus besar ?

Saya berdoa :”Ya Allah..saya yakin bahwa ini ada KehendakMu, mengapa kami berdua dengan suami harus kesasar – sasar, padahal sebelumnya selalu lancar sampai ke kost putri saya ? Saya berharap segera bertemu dengan apa yang Engkau Kehendaki dari keadaan ini Ya Allah..” demikian doa dan harapan saya kepada Allah.

Bertemu dengan tukang becak yang belum sarapan dan 3 hari tak menarik penumpang.

Alhamdulillah, tidak lama kemudian agak dikejauhan saya melihat ada becak sedang parkir di sebuah tempat tukang tambal ban. Waduh..jangan – jangan becaknya lagi bocor dan harus ditambal bannya. Lebih lama lagi dong nunggunya..Terlintas pikiran seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi, hanya itu becak satu – satunya yang ada disitu...

Kami mendekat kearah becak sambil memanggilnya dari kejauhan. Alhamdulillah pak becak mendorong becaknya kearah kami. :”Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya saya mendapat penumpang...” ia berseru gembira, sepertinya memperoleh penumpang sangat diharapkannya. Saya sebenarnya tak tega naik becak yang digenjot. Rasanya penindasan manusia atas manusia. Meskipun menjadi tukang becak adalah pekerjaan yang halal. Jika sedang tak kepepet waktu, dan bawaan tidak repot, saya tetap akan memilih jalan kaki. Sebab hobby saya adalah jalan kaki. Ketika muda dulu saya hobby naik gunung dan jalan kaki hingga berpuluh – puluh kilometer menyusuri jalan baru pedesaan.

Saya kasihan kepada suami saya, yang kondisi kesehatannya jauh lebih ringkih dari saya, apalagi pernah operasi amandel. Konon bagi orang yang pernah operasi pengangkatan sebuah organnya, akan mengalami penurunan stamina. Rentan terjangkit penyakit dan cepat lelah. Memang benar, suami saya sering cepat lelah. Meskipun usianya jauh lebih muda dari saya.

Ketika tadi belum mendapatkan becak, suami saya sebentar – sebentar berhenti berjalan. Sementara saya ( walau pernah menderita maag kronis dan gerd 18 tahun ) dan 15 tahun lebih tua dari beliau, berjalan dengan ringannya duluan didepan beliau. Jadi suami saya selalu ketinggalan langkah dengan saya.

Sambil naik becak, saya masih merenungi ucapan tukang becak tadi. Bahwa kami adalah penumpang pertama hari itu. Anehnya lagi, setiap dia berpapasan dengan becak lain yang dikenalnya, ia selalu berseru :”Alhamdulillah aku dapet penumpang nih !” Sepertinya kejadian itu adalah kejadian yang luar biasa. Sebelum naik saya bertanya :”Berapa pak ke Samirono ?”..”dua puluh ribu Bu..” jawabnya. Kami tak menawar.

Saya mempunyai kebiasaan tak pernah menawar ongkos jika naik becak. Entahlah..tak tega rasanya. Tapi saya selalu menanyakan ongkos lebih dulu. Jika saya cukup uang saya naik. Jika tak cukup uang saya tak jadi naik. Lalu saya akan meminta maaf karena tak jadi naik dan menyampaikan karena uang untuk membayar ongkosnya tak cukup. Tapi saya tak pernah menawar becak !

Oh ya saya lanjutkan ya..Sambil naik becak, saya menghayati genjotan  demi genjotan kaki pak becak di pedal becaknya. Betapa susahnya bapak ini setiap hari harus mengais rejeki. Lebih – lebih ketika dia mengatakan :”Alhamdulillah nanti saya bisa sarapan mas..sudah tiga hari ini saya belum mendapat penumpang. Ya baru njenengan ini penumpangnya..” Saya berunding dengan suami, mau diberi berapa bapak ini ? Ketika saya menyodorkan lembaran 50 ribuan. Suami saya mengangguk. Eh tiba – tiba, ketika sudah sampai ditempat, Allah menggerakkan hati saya untuk menukar lembaran 50 ribuan tadi dengan ratusan ribu ( uang persediaan sedekah ). Dan suami saya mengangguk.

Alhamdulillah sampailah kami di gang kost putri saya. Ketika suami saya mengangsurkan lembaran 100 ribuan tadi ke pak becak, pak becak berkata :”Maaf mas, boro – boro kembalian, sepeserpun saya tak punya uang” sambil mengusap peluhnya dengan ujung lengan bajunya. “Tak usah kembali pak, sisanya untuk bapak” kata suami saya. Pak becak itu sesaat terbengong. Lalu suami saya mengulangi kata – katanya :”Iya pak, yang 20.000 untuk ongkosnya, sisanya untuk bapak”

Ketika mendengar penjelasan suami saya, tiba – tiba sambil menciumi uang seratus ribu itu lalu menempelkan dijidatnya, pak becak itu menangis sesenggukan :”Ya Allah, alhamdulillah, Allah Hu Akbar...Alhamdulillah.. mas..Buk..saya ini nanti bisa membelikan sepatu anak saya yang sepatunya jebol belum bisa membelikan karena tak ada uang. Terima kasih sekali ya Mas, Buk..hanya Allah yang bisa membalas kebaikan bapak dan mase..”

Demi mendengar penuturan bapak itu, saya membuka dompet saya kembali, menghitung uang yang ada didompet, saya sisakan secukupnya untuk keperluan pulang ke purworejo nanti. Ternyata masih ada uang 50.000 yang bisa saya tambahkan untuk disedekahkan ke pak becak itu.

Ketika menerima tambahan 50.000 lagi, pak becak itu tambah keras menangisnya. Meski sebentar. Mata saya dan suami saya ikut berkaca – kaca, menyaksikan ungkapan syukur yang tercermin dalam diri bapak becak itu.

Subhanalah..ini to hikmah luar biasa yang Allah karuniakan kepada kami berdua, saya dan suami saya pagi ini. Ternyata kami hendak diberikan sebuah kesempatan emas untuk menerima pahalaNya. Bershodaqoh kepada seseorang yang sangat – sangat membutuhkan. Bukan masalah nilai nominal yang kami sedekahkan. Tapi dari kemanfaatan bagi pak becak tersebut. Itu adalah uang kami terakhir, selain yang untuk bekal pulang ke rumah nanti.

Dibalik Sakit Juga Ada Kehendak Allah

Kisah diatas hanyalah salah satu contoh, bukan saya bermaksud riya’. Setiap karunia, rahmat, keberuntungan, ataupun hidayah dari Allah tak akan datang dengan tiba – tiba. Selalu ada proses yang mendahuluinya, agar segala pemberian dari Allah terasa kenikmatannya.

Setiap hendak menerima pemberian yang sifatnya extra dari Allah, tentu jiwa raga kita bahkan terkadang harta kita, dibersihkan lebih dulu oleh Allah SWT, karena pemberian extra dari Allah itu pemberian yang suci, yang tidak diberikan kepada setiap orang. Hanya orang – orang yang DikehendakiNyalah yang menerimanya.

Jika kita mau memahaminya. Sakit penyakit adalah pemberian yang extra dari Allah untuk kita. DiberiNya kita kesempatan untuk mengurangi dosa – dosa kita dengan sakit. Sakit adalah kesempatan untuk mengurangi dosa dengan jalan sabar menerima dan menjalaninya seraya terus memohon ampunanNya.

Mengapa sakit adalah pemberian extra dari Allah ? Banyak kok kaum pendosa yang dibiarkan Allah tetap lalu lalang dengan dosa – dosanya, tetap sehat wal’afiat, segar bugar, dan gemuk subur ! Para penjudi, pemabuk, pemarah, tukang riba, koruptor, para tukang selingkuh atau pezina. Tapi kita tak perlu mencemo’oh mereka. Itu rahasia Allah. Dan jika kita ada waktu, ada baiknya kita doakan mereka semua agar kembali ke jalan yang benar.

Saya tentu tak tahu dosa kalian masing – masing. Itu yang tahu adalah kalian. Dan saya tak perlu tahu. Dan itu bukan urusan saya. Karena saya bukanlah malaekat pencatat amal perbuatan kalian he he...Namun sesama Muslim kita mempunyai kuwajiban harus saling mengingatkan di jalan yang benar.

Jika kita ingin agar dosa – dosa kita diampuni. Sering – sering dan banyak – banyaklah bersedekah. Tak ada ahli sedekah yang hidupnya tak ditolong oleh Allah. Ia akan selalu mendapatkan perlindungan keselamatan oleh Allah SWT dan akan selalu mendapatkan pertolonganNya disaat – saat sulit.

Jika memohon ampun jangan hanya sekedar :”Ya Allah ampunilah semua dosa – dosaku”. Namun ingatlah dosa yang telah kita perbuat. Misal kita menggunjing tentang keburukan si A, padahal kita tak tahu sebenarnya apa yang telah dilakukan oleh si A, kita hanya ikut – ikutan dan sebagai penggembira saja atas peristiwa yang sedang menimpa si A. Ketika tadi siang si A diambil polisi dirumahnya. Dan kita ikut larut mengadili dengan mendakwa atas kesalahan si A yang kita tak tahu persis !

Ketika kita menyesal dan berdoa di Hadapan Allah, saya biasa menyebutkan dengan detail dosa yang saya lakukan dan sungguh – sungguh telah saya sesali, misal atas kasus diatas :”Ya Allah, ampunilah dosa saya yang telah ikut mendakwa kesalahan si A, padahal saya tidak tahu yang sesungguhnya. Sungguh hamba mohon ampun atas dosaku ini Ya Allah, dan ampunilah dosa si A yang mungkin ia juga tidak tahu atas apa yang si A lakukan bahwa itu adalah dosa. Hanya Engkaulah Yang Maha Tahu atas segala sesuatu. Bebaskanlah hamba dari segala prasangka buruk yang manapun kepada siapapun Ya Allah. Hamba berlindung kepadaMu dari segala hal yang akan merugikan hamba dan mencelakakan hidup hamba sekeluarga. Shalawat serta salam yang se agung – agungnya untuk Nabi kami Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW. Kabulkanlah doa kami ini Ya Allah. Aamiin. Alhamdulillahi Rabbil’alamiin...”

Sakit maag dan gerd yang tak sembuh – sembuh mendatangkan banyak kebaikan

Ketika kita sakit dan menjadi tak berdaya. Cobalah banyak merenung. Carilah hikmah dari setiap rasa sakit yang kita alami. PASTI ADA !
  • Jika kita sering pusing, mungkin otak kita sering berpikir buruk, sering marah, sering berburuk sangka, sering banyak angan – angan sehingga jarang bersyukur.
  • Jika perut atau lambung kita yang sakit, mungkin kita banyak makan, jarang puasa sunnah Senin Kamis, jarang bersedekah, kalau punya apa – apa hanya dimakan sendiri tak pernah ingat memberi kepada anak – anak yatim, sedekah ke ibu – ibu janda yang sudah tua, tak pernah infaq ke masjid, atau makan makanan yang haram zatnya, yang haram cara memperolehnya, atau makanan yang bukan haknya. Ini semua, tanpa sadar kita sering melakukannya.
  • Jika jantung kita yang sakit, mungkin kita kurang mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan dalam kehidupan kita.
  • Jika kita sering sesak nafas, mungkin kita jarang mensyukuri betapa setiap hari Allah memberikan beribu nikmat yang tak pernah kita sadari. Hidup kita sehat. Hidup kita selamat. Rejeki kita lancar. Urusan pekerjaan kita lancar. Anak – anak sehat dan lancar sekolahnya. Kita dijauhkan dari segala musibah dan mara bahaya. Apakah semua itu bukan nikmat ? Namun kita lupa mensyukurinya.
  • Jika tangan atau kaki kita sering keram. Mungkin banyak hari – hari kita dimana tangan dan kaki untuk mengerjakan hal – hal yang kurang manfaat.
  • Jika telinga kita yang sakit, mungkin sebelumnya kita sering menikmati suara yang seharusnya tak pantas kita dengarkan.
  • Jika pandangan mata kita yang kabur, mungkin mata kita sering untuk melihat sesuatu yang tak pantas untuk kita lihat.
  • Jika dada kita sering panas yang seperti terbakar, mungkin kita sering emosional. Sering sombong dan angkara murka. Senang dipuji orang dan gila hormat.
  • Jika lidah kita sering sariawan, mungkin mulut kita sering untuk berbicara yang tak pantas, sering bergunjing atau bersaksi dusta.
Banyak dosa dari organ di tubuh kita yang tak kita sadari setiap hari !

Setiap saat dalam hari – hari kita selalu melakukan dosa. Namun kita jarang menyadarinya, apalagi memohon ampunan kepada Allah SWT. Oleh karena itu jadikan sakit ini, sebagai kesempatan yang sebaik – baiknya, untuk merenungi diri, untuk memahami Kehendak Allah, memohon ampunanNya, memohon Belas KasihanNya, dan memohon RahmatNya.

Yuk, sudah terlalu panjang artikel ini. Semoga kalian semua segera mendapatkan pencerahan dan segera sembuh yaa..Aamiin.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.
Purworejo, 16 Nopember 2016

Setiap Detik Selalu Ada Hikmah,
Niniek SS
Labels: EDISI SPESIAL, Interospeksi, Kisahku, MENSYUKURI NIKMAT, Renungan

Thanks for reading Betapa Pentingnya Memahami Kehendak Allah. Please share...!

8 comments on Betapa Pentingnya Memahami Kehendak Allah

  1. sungguh perenungan yg luar biasa bu..dari setiap peristiwa yg kita alami pasti Tuhan py maksud baik..terima ksh byk bu..dari hal yg sederhana kita bisa mendapat banyak hikmah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Green Spa

      Terima kasih untuk kunjungannya di blog ini, dan membaca artikel ini.

      Insya Allah. Sesungguhnya setiap peristiwa adalah dialog Allah dengan kita, kalau kita mau memahaminya serta menangkap maknanya iya kan ?

      Semoga kita bisa menangkap setiap hikmah yang Allah berikan untuk kita dalam setiap peristiwa, sesederhana apapun. aamiin.

      Salam,

      Hapus
  2. Nangis sy bacanya,selama inisy krg bersyukur,sy kena anxietas udh 2 tahun,kerjaannya ngeluh terus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Fitri Dhivia,

      Belajar bersyukur tidaklah mudah. Bisa dimulai dari hal - hal yang kecil - kecil, insya Allah hati kita akan makin peka menangkap betapa besar kasih sayang Allah kepada kita manusia.

      Salam,

      Hapus
  3. Balasan
    1. Mbak Fitri Dhivia,

      Alhamdulillah...semoga bisa menjadi cermin bagi kita semua, bahwa seringkali "Kehendak Allah" yang sangat mulia terkandung dalam peristiwa tak nyaman yang kita temui dihadapan kita.

      Salam,

      Hapus
  4. Saya masih belajar..dan masih secuil....Dr semua yg ibu tuangkan .....dan masih belajar buk...dan ... terimakasih tak.terhingga u ibuk u semuanya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Candra,

      Terima kasih untuk kunjungannya yang setia ya mbak. Dan terima kasih untuk komen - komennya selalu.

      Kita semua sama. Sedang terus belajar menuju kesempurnaan. Yang sempurna hanyalah Allah SWT. Oleh karena itu kita semua sejatinya sedang berproses menuju Allah SWT. Agar kita sempurna ketika berpulang menuju ke Hadlirat Allah Yang Maha Agung. Sempurna dalam penghambaan dan berpulang dalam khusnul khotimah. Aamiin.

      Salam Bahagia,

      Hapus

Back To Top